Kontak DADC

Call | SMS | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

dadc di Twitter

Selamat Datang Di DADC

Selamat datang di Dunia Astronomi (bisa disingkat DADC), Situs Astronomi Populer Terpercaya Indonesia.

Situs ini dibuat karena kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap ilmu pengetahuan astronomi, terutama yang disajikan dalam Bahasa Indonesia, masih belum dapat diakomodasi secara maksimal. Kami sebagai alumni astronomi ITB berharap situs DADC ini dapat membantu memajukan astronomi di Indonesia.

Tulisan dalam situs ini terbagi dalam dua kategori besar, yaitu ulasan dan berita. Ulasan adalah tulisan kami yang tidak berkaitan dengan suatu peristiwa yang terjadi pada waktu tertentu. Sedangkan berita adalah tulisan kami yang ada kaitannya dengan sebuah peristiwa pada waktu tertentu. Masing-masing kategori tersebut kami kategorikan juga sesuai dengan bidang astronomi yang dibahasnya.

Seluruh tulisan kami buat sendiri yang kami rangkum dari sumber-sumber terpercaya. Jangan mudah percaya pada situs lain yang menampilkan tulisan plagiasi/tiruan/contekan.

Untuk mempermudah dalam mencari apa yang Anda butuhkan, berikut adalah navigasi utama dalam situs ini:

  • Lihat kumpulan tulisan kami tentang hoax/kabar palsu di halaman Hoax.
  • Cari istilah-istilah astronomi di halaman Kamus Astronomi.
  • Lihat foto-foto astronomi kami di halaman Astrofotografi.
  • Ajukan pertanyaan tentang astronomi di halaman Tanya Jawab.
  • Temui kami di Twitter (@duniaastronomi), Facebook (page & grup), Plurk (@dadc), Instagram (@dunia.astronomi).
  • Ingin diskusi lebih mudah dan cepat? Gabung di grup Whatsapp (WA) dadc. Chat admin di 0817 226 986.
  • Punya pertanyaan, ingin konsultasi beli teleskop, mempersiapkan olimpiade sains, ektrakurikuler astronomi, bekerja sama, atau lainnya? Hubungi kami di nomor 0817 226 986. Kami siap membantu Anda.

_________

 

Jika Kita Keluar dari Galaksi Bima Sakti, Kita Akan Berada di Mana?

Jika kita keluar dari galaksi Bima Sakti, maka kita tidak akan langsung berada di galaksi lain tetapi memasuki ruang antar-galaksi. Hal ini terjadi karena jarak galaksi paling dekat dari Bima Sakti pun sangat jauh. Galaksi yang dimaksud adalah Canis Major Dwarf, yang berjarak 250.000 tahun cahaya dari Bumi. Selengkapnya »

Bumi Ini Bulat atau Datar?

Tahukah Adik-adik, pertanyaan ini sering ditanyakan loh. Tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Kita akan bahas di sini, tapi sebelumnya patut diingat bahwa sangatlah penting untuk membahasnya berlandaskan bukti terbaru karena kita sedang berbicara sains. Bicara sains tanpa bukti itu sama saja dengan berbohong alias hoax.

Kita lihat dulu sejarahnya ya. Dulu ketika teknologi belum semaju sekarang, kita sulit menentukan apakah Bumi bulat atau datar. Ilmu yang kita miliki baru sebatas dipelajari dari apa yang bisa kita lihat dengan mata. Dan karena sejauh kita memandang horison tidak tampak melengkung dan kita tidak bisa merasakan Bumi bergerak padahal seluruh benda langit bergerak, maka Bumi pun dianggap datar dan diam. Di sini, membahas bentuk Bumi memang tidak bisa lepas dengan membahas pergerakannya, karena keduanya berkaitan erat. Selengkapnya »

Gerhana Bulan Total 27-28 Juli 2018

Tahukah Anda pada tanggal 28 Juli 2018 akan ada Gerhana Bulan Total di Indonesia. Gerhana Bulan Total di Indonesia untuk kedua kalinya pada tahun 2018 setelah yang pertama terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 lalu. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 2018[1]:

Tabel 1. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

NO FASE GERHANA WAKTU
UT (27/7) WIB (28/7) WITA (28/7) WIT (28/7)
1 Gerhana mulai (P1) 17:13,00 00:13,00 01:13,00 02:13,00
2 Gerhana Sebagian mulai (U1) 18:24,10 01:24,10 02:24,10 03:24,10
3 Gerhana Total mulai (U2) 19:29,90 02:29,90 03:29,90 04:29,90
4 Puncak Gerhana (Puncak) 20:21,70 03:21,70 04:21,70 05:21,70
5 Gerhana Total berakhir (U3) 21:13,50 04:13,50 05:13,50 06:13,50
6 Gerhana Sebagian berakhir (U4) 22:19,30 05:19,30 06:19,30 07:19,30
7 Gerhana berakhir (P4) 23:30,30 06:30,30 07:30,30 08:30,30

Lalu, bagaimana orang terdahulu mengetahui kapan terjadi fenomena gerhana Bulan? Ini yang akan dibahas pada tulisan ini. Astronom India mengatakan ‘Bulan menutupi Matahari di gerhana matahari dan bayangan besar (di bumi) gerhana bulan’ (Aryabhatiya 4.37)[2]. Ini menunjukkan bahwa orang terdahulu memberikan perhatian lebih kepada langit dengan membaca fenomena langit dan mencoba menganalisis kejadian yang mereka lihat.

Grahalaghava (1520-an) mencoba membuat perhitungan sederhana mengenai waktu kejadian gerhana Bulan dengan rasio trigonometri. Hasil perhitungan yang dibuat ternyata ada perbedaan waktu 9-10 menit dengan data dari Indian Astronomical Ephemeris (IAE)[3]. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Karanakutuhala dari Bhaskara II yang mecoba membuat perhitungan waktu kejadian gerhana.

Selain itu pencatatan adanya gerhana Bulan pun telah dilakukan oleh orang terdahulu. Seperti gerhana pada 25 September 972 di India, telah dicatat sebagai bertepatan dengan Tula Sankramana, Matahari berada di rasi Tula (Libra). Hal ini menunjukkan itu terjadi pada 17 Oktober (±1 hari) pada Indian Astronomical Ephemeris (IAE). Meskipun presesi ekuinoks dan koreksi terkait diketahui, informasi akan menyelesaikan kebingungan mengenai adanya perbedaan tersebut[4].

Sumber:
[1] BMKG. (2018, 6 Juli). Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018. Diperoleh 16 Juli 208 pukul 10:42 WIB dari http://www.bmkg.go.id/tanda-waktu/
[2] Aryabhatiyam of Aryabhata I (i) Cr. ed. & tr. K. S. Shukla & K. V. Sarma (1976). New Delhi: INSA. (ii) Nilakanta Somayaji ed. Suranad Kunjan pillai, Trivendrum Sanskrit Series 185 (1957). Trivandrum.
[3] Venugopal, P., dkk. Lunar and Solar eclipse procedures in Indian astronomy. Ramasubramanian, K., dkk, editor. History of Indian Astronomy-A Handbook. 2016. Mumbai (IN): Science and Heritage Initiative (SandHI) dan Tata Institute of Fundamental Research.
[4] Shylaja, B. S. dan Ganesha, G. K. 2016. History of the Sky-on Stones. Bangalore: Infosys Foundation.

Ditulis oleh Al Khansa, diedit oleh dadc

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Tak lama lagi, kita akan kembali mendapat kesempatan untuk menyaksikan sebuah fenomena spektakuler, yaitu Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018. Selengkapnya »

Menghitung Jarak Matahari

Bagi Anda yang sudah pernah membaca/melihat video tentang FE, kemungkinan besar Anda tahu bahwa menurut FE jarak Matahari dari Bumi adalah sekitar 5.000 – 6.000 km saja. Mereka mendapat perhitungan tersebut dengan menggunakan metode bayangan dan trigonometri, sama seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes. Sayangnya mereka menggunakan asumsi yang keliru di situ, yaitu datangnya sinar Matahari tidak sejajar sehingga membentuk sudut terhadap tongkat yang ditancapkan di tanah. Padahal sinar Matahari datangnya sejajar karena letaknya sangat jauh, dan akibatnya sudut yang terbentuk tersebut sebenarnya berasal dari kemiringan/kelengkungan permukaan Bumi. Jarak Matahari sebenarnya adalah sekitar 150 juta km. Lalu bagaimana sih cara menghitung jarak Matahari sehingga diperoleh nilai tersebut?

Selengkapnya »

Ayo Mengamati Bulan Saat INOMN

Tanggal 28 Oktober 2017 terpilih menjadi hari pengamatan Bulan internasional atau InOMN (International Observation Moon Night). Untuk itu, ayo kita mengamati Bulan di lokasi-lokasi terdekat di kota Anda.

Selengkapnya »

Selamat Ulang Tahun, Sputnik

Hari ini 60 tahun yang lalu, di tahun 1957, sebuah sejarah ditorehkan umat manusia di Bumi dengan mengorbitnya satelit pertama di dunia bernama Sputnik 1 oleh Uni Sovyet. Satelit berbentuk bola berdiameter 58 cm dengan 4 antena radio ini memancarkan sinyal diluncurkan ke orbit rendah. Dengan mempelajari Sputnik 1, para peneliti bisa mengetahui banyak hal, misalnya kerapatan atmosfer bagian atas yang mempengaruhi perubahan orbitnya dan informasi mengenai lapisan ionosfer.

Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus 2017

Bersiaplah para pecinta langit, karena pada tanggal 7-8 Agustus 2017 mendatang kita akan dapat menyaksikan salah satu fenomena astronomis yang cukup menarik, yaitu Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Selengkapnya »

dadc Mendukung Bumi Datar, Asalkan

Barangkali sudah banyak pembaca yang tahu bahwa belakangan ini muncul keramaian di dunia maya seputar Flat Earth Conspiracy atau Konspirasi Bumi Datar (dadc singkat FE). Menurut pengamatan dadc (dunia astronomi dot com), awal keramaian FE ini adalah dari serial video propaganda di Youtube. Di situ disebutkan bahwa sebenarnya Bumi kita datar dan foto Bumi bulat serta segala bukti yang ada merupakan hasil konspirasi kebohongan global. Padahal di video tersebut tidak ada satupun bukti sahih menurut sains yang menunjukkan bahwa Bumi datar. Namun tetap saja video itu mengakibatkan banyak orang mulai meragukan fakta Bumi bulat dan menganggap Bumi datar, diam, dan dikelilingi oleh benda-benda langit. Melalui tulisan ini, dadc bisa saja menyatakan mendukung fakta bahwa Bumi datar dan diam, asalkan beberapa syarat terpenuhi. Apa saja syaratnya? Sebagai permulaan, di sini dadc akan sampaikan 2 syarat terlebih dahulu. Selengkapnya »

Cara Koreksi Kiblat Dengan Mudah

Setiap tahun Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (tanggal 27 Mei dan 15 Juli pada tahun kabisat). Peristiwa ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan koreksi arah kiblat dengan cara yang cukup mudah. Arah kiblat yang diperoleh pun tidak hanya dipakai di satu tempat saja, tapi juga bisa dipakai di tempat-tempat lain di sekitar kita. Begini caranya. Selengkapnya »