Kategori Tulisan

Arsip Bulanan

web count


Google PageRank Checker




Kode QR Dunia Astronomi

Dibuat dengan bantuan QR Code Generator

Daftarkan email dan dapatkan informasi terbaru tentang tulisan DADC

dadc di twitter

Statistik

Mengapa Bintang Tampak Berkedip?

Pernahkah Anda perhatikan dengan seksama, bahwa bintang yang kita amati di malam hari tampak berkedip? Cahayanya berubah-ubah seperti lampu kelap-kelip, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan sebaliknya. Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan/stabil setiap saat. Jadi perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apakah itu?

Penyebab utamanya adalah karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak sehingga menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang.

Bintang tampak berkedip (Sumber: APOD)

Bintang tampak berkedip (Sumber: APOD)

Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak bergerak-gerak jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini terjadi karena adanya refraksi/pembiasan. Menurut ilmu fisika, ketika berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang, cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata. Dan karena permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun akan tampak berpindah-pindah.

Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh lapisan udara yang bergerak-gerak. Akibatnya posisi bintang akan berpindah-pindah. Tetapi karena perubahan posisinya sangat kecil untuk dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan.

Lalu, bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip? Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan tampak sebagai sebuah titik cahaya jika diamati dari bumi, bahkan dengan teleskop terbaik yang dimiliki manusia. Sedangkan planet yang memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang akan tampak lebih besar dari bumi karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil saja kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan sebagai sebuah titik cahaya. Ukuran piringan ini cukup besar sehingga turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak berkedip. Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat, atau saat planet berada di dekat horison, planet akan tampak berkedip juga. Karena pada saat planet berada di dekat horison (sesaat setelah terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam melakukan pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengan gangguan atmosfer paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat meridian. Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer). Ada yang ingin membuktikan sendiri?

Share

No related posts.

20 comments to Mengapa Bintang Tampak Berkedip?

  • bapak/ibu terhormat saya mau nanya apa mungkin kita bisa menempati bulan karena bulan diyakini ada air. trus gag ada atmosfernya, gmana cara agar atmosfer bulan bisa terjadi/blan bisa memiliki atmosfer. trimakasih…

    • keberadaan air di bulan belumlah cukup untuk dapat ditinggali. dan tidak adanya atmosfer di bulan disebabkan oleh lemahnya gaya gravitasi bulan sehingga udara akan dapat dengan mudah lepas dari pengaruh gravitasinya. jadi sepertinya sulit membuat bulan agar memiliki atmosfer

  • akri sarumaha

    mank air di bulan tuch kek gmna sch…!!!!!

  • yandhi riyanto

    saya mau tanya nih..!!?
    benar gak sih manusia pertama yang mendarat di bulan adalah armstrong???saya pernah membaca salah satu majalah,katanya foto tersebut bohongan,,apa betul??karna,pesawat buatan manusia gak ada yang dapat menembus sabuk van hallen.apakah itu benar??dan,apakah yang dimaksud dengan sabuk van hallen???
    makasih atas jawabannya!!?
    :D

    • pendaratan di bulan memang benar terjadi. memang ada juga yang mengatakan sebaliknya dengan memberikan argumen-argumen yang tampak benar. tetapi semua argumen itu dapat dibantahkan dengan argumen sains yang dapat dipertanggungjawabkan

      sabun van allen adalah sekumpulan partikel berenergi yang mengelilingi bumi. manusia masih dapat melewatinya asalkan tahu caranya yang aman

  • yandhi riyanto

    assalamu’alaikum.
    mas,saya mau tanya nih!?
    sesudah subuh tadi,saya tidak sengaja menengok ke atas langit.saya melihat bintang berjalan kemudian tiba-tiba menghilang.nah,yang saya ingin tanyakan,,kalo bintang berjalan itu,kenapa yah mas??apakah masanya udah berakhir??
    makasih atas jawabannya.
    Wass..

    • wa’alaykumsalam. bintang berjalan yang terlihat itu bukan bintang tetapi satelit. umumnya memang terlihat menjelang matahari terbit atau sesaat setelah matahari terbenam :)

Leave a Reply

  

  

  


− 3 = 4

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>