Kontak DADC

Call SMS Whatsapp0817 226 986
BBMD0B69E7B
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Etalase DADC
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas

Gerhana Matahari Cincin 20191226

dadc di Twitter

Benda Angkasa Yang Jatuh Di Rusia Itu Adalah Asteroid

Berikut ini adalah kutipan analisis dari Ma’rufin Sudibyo, seorang pemerhati astronomi dan geologi dari akunnya di facebook.
—————
Beberapa tambahan terkait peristiwa hujan batu Chelyabinsk, Rusia 15 Februari 2013, diolah berdasarkan rilis NASA Meteoroid Environment Office, plotting
citra satelit Meteosat-9 pada peta Google Map, simulasi Calculation of a Meteor orbit dari Marco Langbroek (Duth Meteor Society), software
Planetary Ephemerides dan simulasi pribadi (menggunakan spreadsheet dinamika meteor hasil oprekan sendiri):

1. Peristiwa tersebut adalah peristiwa jatuhnya asteroid (terkonfirmasi).

Asteroid tersebut semula beredar di angkasa dengan orbit berpotongan terhadap orbit Bumi sehingga dinamakan pula meteoroid. Saat memasuki
atmosfer Bumi, namanya berubah menjadi meteor. Dan karena sangat terang (sehingga mudah terlihat di siang bolong) maka dinamakan meteor-terang
(fireball). Meteor yang masih tersisa setelah melintasi atmosfer disebut meteorit. Dan karena memproduksi meteorit, maka meteor-terangnya dinamakan ulang sebagai boloid (bolide).

2. Asteroid itu memiliki diameter sekitar 15 meter, densitas sekitar 4 g/cc, massa sekitar 7.000 ton dan melejit dengan kecepatan 18 km/detik.
Asteroid memasuki atmosfer Bumi sebagai meteoroid dengan kecepatan 21 km/detik dan berubah menjadi boloid.

3. Boloid ini memiliki tingkat terang hingga -14 (4 kali lebih terang dari Bulan purnama) dan jatuh dari azimuth 75 (berdasar Meteosat-9) dan altitude antara 35
hingga 40 derajat. Sehingga boloid ini semual adalah asteroid yang mengelilingi Matahari dalam orbit lonjong dengan estimasi periode
orbital 7,8 tahun dan inklinasi 31 derajat. Dengan demikian asteroid tersebut sama sekali tak berkaitan dengan asteroid 2012 DA14 (periode
orbital 366 hari, inklinasi 10 derajat) meski mendekati Bumi pada saat hampir sama.

4. Boloid mengandung energi sebesar 380 kiloton TNT atau setara dengan ledakan 19 butir bom nuklir Hiroshima secara serempak. Dengan demikian ia menjadi boloid paling energetik dalam 104 tahun terakhir terhitung sejak Peristiwa Tunguska 1908. Energinya juga jauh melampaui energi Peristiwa Bone (8 Oktober 2009) yang ‘hanya’ sebesar 60 kiloton TNT.

5. Dinamika atmosfer Bumi menyebabkan boloid mulai terpecah-belah sejak ketinggian 48 km dan terus berlangsung secara massif hingga ketinggian 24 km saat boloid seakan ‘terhenti’ mendadak di udara dan melepaskan kandungan energinya sebagai ledakan udara (airburst). Pasca ledakan ini gerak pecahan-pecahan boloid sepenuhnya dikendalikan gravitasi Bumi karena telah kehilangan kecepatan aslinya (yang dibawanya dari antariksa).

6. Pecahan-pecahan boloid jatuh sebagai meteorit menyirami kawasan Chelyabinsk dan sekitarnya. Per teori (dengan mengabaikan resistansi udara)
meteorit-meteorit ini menghujani kawasan ellips seukuran 1 km x 0,5 km. Dengan asumsi 1 % massa asli boloid masih tersisa utuh, maka di antara meteorit-meteorit tersebut terdapat meteorit seukuran 3 m, yang jatuh membentur tanah secepat 290 m/detik dan membentuk cekungan kawah tumbukan bergaris tengah 20 m. Pada kenyataannya memang terbentuk sedikitnya 3 cekungan kawah seperti itu, dua di Danau Cherbakul dan satunya lagi di dekat Zlatoust, 80 km dari Danau Cherbakul.

7. Ledakan berenergi 380 kiloton TNT di ketinggian 24 km melepaskan gelombang kejut (gelombang tekanan udara) yang menjalar hingga menjangkau permukaan Bumi dibawahnya. Overpressure akibat gelombang kejut di muka Bumi kemungkinan masih sebesar 23 kPa sehingga mampu memecahkan kaca jendela dan merobohkan atap. Sekitar 1.200 orang yang luka-luka dan sekitar 3.000 bangunan yang rusak semuanya disebabkan oleh terpaan gelombang kejut, bukan guyuran meteorit.

Tinggalkan komentar?

Etalase DADC

Buku Menjelajahi Tata Surya Soal & Jawaban 1 OSN Astronomi Soal & Jawaban 2 OSN Astronomi Buku Teori Relavitas Einstein, Sebuah Pengantar Filter Matahari ND5 BAADER Green Laser Pointer 1 Mata kaos-peta-bintang-desain kaos-peta-langit-abu-01 Kaos Saturnus DADC Kaos Teleskop DADC Buku Sakti Olimpiade Astronomi Paket Hemat Kalender dan Kacamata Gerhana Matahari Kalender Meja Astronomi 2016