Kontak DADC

Call | SMS | Whatsapp 0817 226 986
BBMD0B69E7B
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Etalase DADC
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

Gerhana Matahari Cincin 20191226

dadc di Twitter

Teleskop Hubble Menemukan Asteroid Berekor

Sebuah tim astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble baru saja mengamati sebuah asteroid di sabuk asteroid yang memiliki ekor layaknya komet. Dan uniknya, jumlah ekornya tidak hanya 1 atau 2, namun 6 buah sekaligus!

Asteroid berekor 6 P/2013 P5 (Sumber: hubblesite.org)

Asteroid berekor 6 P/2013 P5 (Sumber: hubblesite.org)

Asteroid yang diamati tersebut bernama P/2013 P5. Hasil pengamatan yang juga muncul di The Astrophysical Journal Letters ini juga memberikan kejutan lain, karena asteroid tersebut berotasi dan struktur ekornya berubah secara ekstrim hanya dalam 13 hari.

Awalnya, para pengamat yang menggunakan teleskop survey Pan-STARRS di Hawaii mengumumkan penemuan asteroid ini pada tanggal 27 Agustus lalu. Kala itu P/2013 P5 baru dikenal sebagai objek aneh yang tampak samar. Setelah diamati pertama kali dengan Hubble pada tanggal 10 September barulah diketahui bahwa asteroid tersebut memiliki 6 buah ekor. Ketika Hubble mengamati kembali asteroid tersebut pada tanggal 23 September, kenampakannya berubah total. Asteroid tersebut seperti sudah mengalami rotasi.

Asteroid P/2013 P5 ini sebenarnya sudah melontarkan debunya secara periodik selama 5 bulan. Para astronom meyakini bahwa laju rotasinya turut andil dalam lontaran debu tersebut dan bukan akibat tumbukan dengan objek lain. Tekanan radiasi dari Matahari juga membantu mempercepat rotasi asteroid tersebut, sehingga materi di permukaannya terlepas dari pengaruh gravitasi asteroid yang tidak terlalu besar. Dan di permukaannya sudah dipastikan tidak ada es sehingga mekanisme ekor di asteroid ini sangat berbeda dengan komet.

Hingga saat ini, diperkirakan sudah ada 100 hingga 1.000 ton debu yang terlontar dari asteroid tersebut. Jumlah ini tidaklah seberapa dibandingkan ukuran asteroid yang memiliki diameter lebih dari 400 meter.

Asteroid ini tentunya akan terus diamati untuk mengetahui besar laju rotasinya serta apakah benar rotasinya tersebut memegang peranan penting dalam lontaran debu. Apabila memang benar, maka dapat saja ditemukan banyak asteroid lain yang mengalami hal serupa. Bahkan bisa jadi lontaran debu seperti itu menjadi salah satu cara yang umum dari asteroid kecil “menjemput kematian”.

Sumber: http://hubblesite.org/newscenter/archive/releases/2013/52/text/

Tinggalkan komentar?

Etalase DADC

Buku Menjelajahi Tata Surya Soal & Jawaban 1 OSN Astronomi Soal & Jawaban 2 OSN Astronomi Buku Teori Relavitas Einstein, Sebuah Pengantar Filter Matahari ND5 BAADER Green Laser Pointer 1 Mata kaos-peta-bintang-desain kaos-peta-langit-abu-01 Kaos Saturnus DADC Kaos Teleskop DADC Buku Sakti Olimpiade Astronomi Paket Hemat Kalender dan Kacamata Gerhana Matahari Kalender Meja Astronomi 2016