Kontak DADC

Call SMS Whatsapp0817 226 986
BBMD0B69E7B
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Etalase DADC
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas

Gerhana Matahari Cincin 20191226

dadc di Twitter

Gerhana Bulan Total 4 April 2015

Pada tanggal 4 April 2015 mendatang, sebuah Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi mulai pukul 16 WIB dan berakhir pukul 22 WIB. GBT ini dapat disaksikan di Indonesia, Pasifik, benua Amerika, Asia timur hingga tengah dan Australia.Jadwal lengkap GBT kali ini adalah sebagai berikut:
– Bulan mulai masuk penumbra Bumi pukul 15.59 WIB (P1)
– Bulan mulai masuk umbra Bumi pukul 17.15 WIB (U1, fase gerhana Bulan sebagian)
– Bulan masuk seluruhnya di umbra Bumi pukul 18.54 – 19.06 WIB (U2 – U3, fase gerhana Bulan total. Durasi totalitas 12 menit)
– Bulan keluar dari umbra Bumi seluruhnya pukul 20.45 WIB (U4, fase gerhana Bulan sebagian selesai)
– Bulan keluar dari penumbra Bumi seluruhnya pukul 22.00 WIB (P4, seluruh fase gerhana selesai).

Gerhana Bulan Total (GBT) 4 April 2015 (Sumber: http://astro.ukho.gov.uk/eclipse/1212015/L2015Apr04.pdf)

Gerhana Bulan Total (GBT) 4 April 2015 (Sumber: http://astro.ukho.gov.uk/eclipse/1212015/L2015Apr04.pdf)

Bisa kita lihat dari jadwal di atas, fase GBT sudah dimulai saat Bulan belum terbit di wilayah Indonesia tengah dan barat. Di kedua wilayah tersebut Bulan terbit sudah dalam keadaan gerhana sebagian. Untuk mengunduh file pdf informasi gerhana ini, silakan klik di sini.

Wilayah yang dapat menyaksikan GBT 20150404 (Sumber: idem)

Wilayah yang dapat menyaksikan GBT 20150404 (Sumber: idem)

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk satu garis lurus dan berada di satu bidang, yaitu di bidang ekliptika (bidang orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari). Saat itu Bulan sedang dalam fase purnama. Namun kita tahu tidak di setiap purnama akan terjadi gerhana. Penyebabnya adalah bidang orbit Bulan dan ekliptika bersilangan sebesar 5° sehingga Bulan tidak selalu berada di ekliptika.

Ilustrasi gerhana Bulan penumbra, sebagian, dan total. (Sumber: http://www.phys.nthu.edu.tw/~hkchang/)

Ilustrasi gerhana Bulan penumbra, sebagian, dan total. (Sumber: http://www.phys.nthu.edu.tw/~hkchang/)

Akibat gerhana, Bulan yang sedang purnama akan masuk ke area bayangan Bumi yang disebut penumbra (bayangan samar) dan/atau umbra (bayangan pekat). Berdasarkan bagaimana Bulan memasuki bayangan Bumi tersebut, gerhana Bulan dibagi menjadi 3 macam yaitu gerhana penumbra, gerhana sebagian, dan gerhana total. Gerhana penumbra terjadi jika Bulan hanya masuk ke area penumbra saja tanpa sempat masuk ke umbra. Ketika masuk penumbra, Bulan hanya akan tampak berkurang kecerlangannya. Perubahan ini biasanya sulit dideteksi dengan mata dan hanya bisa diukur dengan alat khusus. Sehingga gerhana ini menjadi yang kurang menarik.

Perbedaan kenampakan Bulan sebelum, saat gerhana penumbra terjadi, dan setelahnya. Kita dapat lihat bahwa gerhana penumbra tidak memberi perbedaan yang signifikan (Sumber: http://www.astroleaguephils.org)

Perbedaan kenampakan Bulan sebelum, saat gerhana penumbra terjadi, dan setelahnya. Kita dapat lihat bahwa gerhana penumbra tidak memberi perbedaan yang signifikan (Sumber: http://www.astroleaguephils.org)

Perubahan yang tampak secara kasat mata adalah ketika Bulan memasuki area umbra Bumi. Jika hanya sebagian Bulan yang masuk ke umbra, maka yang terjadi adalah gerhana sebagian. Saat ini terjadi, Bulan yang purnama akan tampak bagaikan biskuit yang digigit tepiannya sedikit demi sedikit. Kita akan melihat Bulan menjadi sabit tebal yang kemudian menipis seiring dengan semakin banyaknya bagian Bulan yang masuk ke umbra Bumi.

Gerhana Bulan Total 16 Juli 2000 ini merupakan gerhana sentral, yaitu ketika Bulan masuk ke tengah-tengah umbra. (Sumber: http://home.iprimus.com.au/rsims/leclipse02.htm)

Gerhana Bulan Total 16 Juli 2000 ini merupakan gerhana sentral, yaitu ketika Bulan masuk ke tengah-tengah umbra. (Sumber: http://home.iprimus.com.au/rsims/leclipse02.htm)

Jika seluruh Bulan sempat masuk ke dalam umbra, maka yang terjadi adalah gerhana total. Menjelang gerhana Bulan total terjadi, yaitu ketika sebagian besar Bulan sudah masuk umbra, bagian umbra yang tadinya gelap akan tampak memerah. Begitu pula ketika Bulan sudah masuk seluruhnya ke dalam umbra, Bulan juga akan tampak memerah dan bukannya gelap total.

Ilustrasi bagaimana kenampakan Bumi dari Bulan ketika terjadi gerhana Bulan total. Cincin merah di sekitar Bumi berasal dari atmosfer yang menyerap cahaya biru dan hanya meneruskan cahaya merah saja. (Sumber: http://commons.wikimedia.org/)

Ilustrasi kenampakan Bumi dari Bulan ketika terjadi gerhana Bulan total. Cincin merah di sekitar Bumi berasal dari atmosfer yang menyerap cahaya biru dan hanya meneruskan cahaya merah saja. (Sumber: http://commons.wikimedia.org/)

Warna kemerahan tersebut berasal dari cahaya Matahari yang masih diteruskan oleh atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebabkan langit siang hari menjadi biru dan langit fajar/senja menjadi merah karena efek hamburan Rayleigh.

Ilustrasi bagaimana langit siang berwarna biru sementara langit fajar/senja berwarna kemerahan. (Sumber: http://scifun.chem.wisc.edu/homeexpts/bluesky.html)

Ilustrasi bagaimana langit siang berwarna biru sementara langit fajar/senja berwarna kemerahan. (Sumber: http://scifun.chem.wisc.edu/homeexpts/bluesky.html)

Cahaya biru dari Matahari dihamburkan oleh partikel di atmosfer, sedangkan cahaya merah diteruskan. Ketika siang hari, cahaya Matahari jatuh tegak lurus terhadap permukaan Bumi (horison) sehingga lintasan cahaya di atmosfer tidaklah panjang. Namun ketika fajar/senja lintasan cahaya Matahari di atmosfer lebih besar karena posisi Matahari hampir sejajar dengan horison (lihat gambar di atas). Akibatnya hamburan menjadi lebih banyak dan tinggal cahaya merah (panjang gelombangnya lebih panjang daripada biru) yang terlihat.

Bongkahan kaca ini berwarna biru, namun cahaya yang diteruskan berwarna oranye. Prinsip yang sama terjadi pada cahaya Matahari di atmosfer Bumi yang membuat langit biru di siang hari dan oranye di fajar/senja serta saat gerhana Bulan total terjadi. (Sumber: http://commons.wikimedia.org/)

Bongkahan kaca ini berwarna biru, namun cahaya yang diteruskan berwarna oranye. Prinsip yang sama terjadi pada cahaya Matahari di atmosfer Bumi yang membuat langit biru di siang hari dan oranye di fajar/senja serta saat gerhana Bulan total terjadi. (Sumber: http://commons.wikimedia.org/)

Sekedar info, gerhana Bulan Total 4 April 2015 ini merupakan gerhana terakhir sebelum kita dapat lihat GBT lagi di tahun 2018. Jadi semoga kita tidak melewati fenomena ini dan semoga langit cerah!

UPDATE:

Berikut ini adalah daftar lokasi pengamatan di beberapa kota:

1. Padalarang.

Pengamatan Gerhana Bulan Total di Puspa Iptek Sundial Padalarang

Poster pengamatan GBT di Puspa Iptek Sundial Padalarang

Link: Puspa Iptek Sundial

2. Semarang.

Poster Pengamatan GBT di Semarang

Poster Pengamatan GBT di Semarang oleh HAAS

Link: Grup Himpunan Astronomi Amatir Semarang di Facebook

Poster pengamatan GBT oleh UIN Walisongo Semarang

Poster pengamatan GBT oleh UIN Walisongo Semarang

IAIN Walisongo

3. Bandung.

Pengamatan GBT di Bandung

Poster pengamatan GBT di Bandung oleh Observatorium Bosscha & Himastron ITB

Link: Page Facebook Observatorium Bosscha

4. Yogyakarta.

Pengamatan GBT di Yogya 1

Poster pengamatan GBT di Yogya 1 oleh Jogja Astro Club

Link: Grup Facebook Jogja Astro Club (JAC)

Pengamatan GBT di Yogya 2

Poster pengamatan GBT di Yogya 2 oleh Kafe Astronomi

Link: Kafe Astronomi

Pengamatan GBT di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan

Pengamatan GBT di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan

Link: Akun Twitter Pastron UAD

5. Jakarta.

Poster pengamatan GBT di Planetarium Jakarta

Poster pengamatan GBT di Planetarium Jakarta

Link: Grup Facebook Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Pengamatan GBT di PPIPTEK TMII

Pengamatan GBT di PPIPTEK TMII

Link: Facebook PPIPTEK TMII

Star Party & pengamatan GBT oleh FOSCA

Star Party & pengamatan GBT oleh FOSCA

Link: Event Fosca

6. Surabaya.

Event Facebook pengamatan GBT di Surabaya

Event Facebook pengamatan GBT di Surabaya oleh Surabaya Astronomy Club

Link: Grup Facebook Surabaya Astronomy Club (SAC)

7. Ambon.

Poster pengamatan GBT di Ambon oleh Amboina Astronomy Club

Poster pengamatan GBT di Ambon oleh Amboina Astronomy Club

Link: Star Party Amboina Astronomy Club

8. Lembang.

Pengamatan GBT di Lembang oleh Imah Noong

Pengamatan GBT di Lembang oleh Imah Noong

Link: Facebook Imah Noong

9. Klaten.

Tegalyoso, Klaten Selatan, oleh Tim Astronomi Klaten.

Link: Contact Person Hason Suseno

10. Batusangkar, Tanahdatar, Sumbar.

Puncak bukit Siduali.

Link: Contact Person Yan Faisal

11. Bone, Sulsel.

Pengamatan GBT di Masjid Nurul TIjarah,Bone, Sulsel

Pengamatan GBT di Masjid Nurul TIjarah,Bone, Sulsel

Link: Contact Person Rasywan El-Falaky

12. Purworejo, Jawa Tengah

Pengamatan GBT di Universitas Muhammadiyah Purworejo

Pengamatan GBT di Universitas Muhammadiyah Purworejo

Link: Kafe Astronomi

13. Tenggarong, Kalimantan Timur

Planetarium Jagad Raya Tenggarong oleh Kompas Kukar (Komunitas Pecinta Astronomi Kutai Kartanegara).

Info terbaru 20 lokasi pengamatan ‪#‎GerhanaBulanTotal‬ ‪#‎GBT4April‬

Lokasi pengamatan Gerhana Bulan Total 4 April 2015
Info lebih lengkap klik
http://j.mp/dadc-gbt4april

1. Padalarang, Bandung Barat
* Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan
* HTM 15.000 (free eksplorasi 180 alat peraga)
* 17.00 – 21.00

2. Bandung
* Alun-Alun/Masjid Raya Bandung
* Oleh Observatorium Bosscha & Himastron ITB
* Gratis
* 18.00 – 20.00

3. Semarang
* Gombel, dekat Taman Tabanas
* Oleh Himpunan Astronomi Amatir Semarang
* Gratis
* 17.00 – 20.00

* Bukit Beringin, Ngalian
* Oleh UIN Walisongo
* 5.000 (konsumsi)
* 15.00 – 20.15

4. Yogyakarta
* Alun-Alun Utara & Selatan
* Oleh Jogja Astro Club (Utara) & Kafe Astronomi (Selatan)
* Gratis
* 18.00 – 21.00 (Utara) & 17.00 – 21.00 (Selatan)

* Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan
* Gratis
* 17.00 – selesai

5. Jakarta
* Planetarium Jakarta TIM
* Oleh Planetarium & Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
* Gratis
* 17.30 – 22.00

* PPIPTEK TMII
* Gratis
* 17.00 – 20.00

* SMAN 10 Jakarta
* Oleh FOSCA, HAAJ, KIR SMAN 10
* HTM 70.000 (2 hari 1 malam)
* 4 – 5 April

6. Surabaya
* Kenpark
* Oleh Surabaya Astro Club
* Gratis
* 17.00 – 22.00

7. Ambon
* Lapangan Merdeka
* Oleh Amboina Astronomy Club
* Gratis
* 18.00 – selesai

8. Lembang
* Imah Noong
* Gratis

9. Klaten
* Tegalyoso, Klaten Selatan
* Oleh Tim Astronomi Klaten
* Gratis

10. Tenggarong Kaltim
* Planetarium Jagad Raya Tenggarong
* Oleh Planetarium & Kompas Kukar
* Gratis
* 17.30 – selesai

11. Batusangkar, Tanahdatar, Sumbar.
* Puncak bukit Siduali.
* Gratis

12. Bone, Sulsel.
* Masjid Nurul TIjarah,Bone, Sulsel
* Gratis
* 18.00 – 21.00

13. Purworejo, Jawa Tengah
* Universitas Muhammadiyah Purworejo
* Gratis
* 17.00 – 21.00

14. Mojokerto, Jawa Timur
* Gedung Serbaguna Mojosari (depan kantorkecamatan Mojosari)
* Oleh Majapahit Astronomi Club
* Gratis
*17.30-selesai

15. Bogor
* Pakuan Regency, Dramaga
* Gratis

Silakan disebarkan.
-dadc-
www.duniaastronomi.com
http://facebook.com/dunia.astronomi
http://twitter.com/duniaastronomi
http://instagram.com/dunia.astronomi
Add PIN dadc 7EC40F98
telp/sms/wa 0817226986

Tinggalkan komentar?

Etalase DADC

Buku Menjelajahi Tata Surya Soal & Jawaban 1 OSN Astronomi Soal & Jawaban 2 OSN Astronomi Buku Teori Relavitas Einstein, Sebuah Pengantar Filter Matahari ND5 BAADER Green Laser Pointer 1 Mata kaos-peta-bintang-desain kaos-peta-langit-abu-01 Kaos Saturnus DADC Kaos Teleskop DADC Buku Sakti Olimpiade Astronomi Paket Hemat Kalender dan Kacamata Gerhana Matahari Kalender Meja Astronomi 2016