Ikuti Kami

Kategori Tulisan

Arsip Bulanan




Kode QR Dunia Astronomi

Dibuat dengan bantuan QR Code Generator

Daftarkan email dan dapatkan informasi terbaru tentang tulisan DADC

Profil Surabaya Astro Club

Saya merasa bersemangat sekali ketika ditawari untuk menulis profil SAC untuk langitselatan, salah satu situs astronomi favorit saya, karena selalu memudahkan pembaca untuk memahami ilmu-ilmu yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana. Sebenarnya, banyak teman-teman SAC lain yang lebih pantas dan mampu menulis daripada saya, apalagi latar belakang pendidikan saya tidak tinggi. Hanya percaya diri dan kecintaan terhadap astronomilah yang membuat saya berani memperkenalkan Surabaya Astronomy Club di sini, hehehe …. Selengkapnya »

Duet Komet Jelang Akhir Tahun

Di akhir tahun 2013 ini, banyak media ramai memberitakan tentang fenomena komet ISON. Komet tersebut akan dapat diamati dengan mudah (tanpa alat bantu optik) di akhir bulan November nanti. Namun sebenarnya tidak hanya komet ISON saja yang membuat berita. Ada 1 komet lain yang juga patut dijadikan target pengamatan, yaitu komet Lovejoy.

Teleskop Hubble Menemukan Asteroid Berekor

Sebuah tim astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble baru saja mengamati sebuah asteroid di sabuk asteroid yang memiliki ekor layaknya komet. Dan uniknya, jumlah ekornya tidak hanya 1 atau 2, namun 6 buah sekaligus! Selengkapnya »

Mengapa Ada Siang dan Malam?

Pergantian siang dan malam yang terjadi setiap hari disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena sumber cahaya kuat di Tata Surya hanya ada satu, yaitu Matahari. Yang kedua adalah karena Bumi berputar pada porosnya.

Sejak Bumi terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu, selalu ada separuh bagian Bumi yang terpapar cahaya Matahari dan mengalami siang serta separuh lagi yang tidak dan mengalami malam. Namun karena Bumi berputar pada porosnya (disebut gerak rotasi), semua wilayah di Bumi jadi mengalami siang dan malam secara bergantian. Sebenarnya ada banyak bintang dan terkadang ada Bulan Purnama yang menerangi langit malam. Namun kondisinya tetaplah gelap karena cahaya seluruh benda langit tersebut tidaklah cukup kuat untuk mengubah malam hari menjadi terang benderang.

Bumi yang berotasi
Bumi yang berotasi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Gerak Bumi sebenarnya bukan hanya rotasi saja, tetapi ada satu gerak lagi yang disebut revolusi (gerak mengelilingi Matahari). Dalam mengelilingi Matahari, Bumi tidaklah berotasi dengan tegak melainkan sedikit miring (sekitar 23,5 derajat). Kemiringan tersebut menyebabkan tidak seluruh permukaan Bumi mendapatkan panjang siang dan malam yang sama dalam waktu satu tahun.

Pada satu saat, wilayah yang terletak jauh dari ekuator Bumi akan mengalami siang yang lebih panjang dari malamnya. Kemudian hal yang sebaliknya terjadi 6 bulan kemudian. Itulah mengapa negara-negara yang terletak jauh dari ekuator (misalnya Jerman, Amerika Serikat, dan Australia) memiliki empat musim dalam setahun, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Berbeda halnya dengan di Indonesia yang hanya memiliki dua musim saja selama setahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Kemiringan sumbu rotasi Bumi
Kemiringan sumbu rotasi Bumi menyebabkan empat musim di negara yang terletak jauh dari ekuator. Di bagian kutub-kutub Bumi bahkan terjadi hal yang lebih ekstrim. Siapapun yang tinggal di sana akan mengalami siang hari yang terjadi selama 6 bulan dan malam hari yang terjadi selama 6 bulan juga. Itulah mengapa di kutub sangat dingin dan ada banyak es. Jadi, sungguh menguntungkan karena kita tinggal di Indonesia yang berada di sekitar ekuator.

Sumber gambar:
1. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Blue_Marble_rotating.gif
2. http://www.nationsonline.org/oneworld/earth.htm

Tulisan ini dimuat di halaman http://anakbertanya.com/mengapa-ada-siang-dan-malam/

Lubanghitam Supermasif, Sang Pencipta Bintang-Bintang Di Galaksi

Lubanghitam supermasif adalah lubanghitam yang massanya sangat besar. Letaknya ada di pusat galaksi-galaksi. Sejarah penemuannya cukup unik. Berikut ini adalah twit dadc tentang lubanghitam supermasif (LHSM). Selengkapnya »

Gerhana Matahari Cincin 10 Mei 2013

Indonesia, bersiaplah menyambut Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi. Gerhana ini akan tampak dari Indonesia sebagai gerhana sebagian, karena bayangan atumbra Bulan tidak melintasi Indonesia. Daerah yang dapat mengamati gerhana ini adalah semua daerah yang ada di sebelah timur Pekanbaru dan Padang (lihat peta di bawah).
Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013

Tidak lama lagi sebuah peristiwa gerhana akan terjadi. Pada tanggal 26 April 2013 pukul 01.03 dinihari WIB Bulan akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati GBS ini. Hanya kawasan timur Indonesia saja yang akan sedikit kesulitan untuk mengamatinya karena Bulan sudah rendah di langit sebelah barat (hampir terbenam).

Selengkapnya »

Selamat Hari Astronomi!

Masih ingat dengan Tahun Astronomi Internasional 2009 (International Year of Astronomy)? Selain perayaan setahun penuh tersebut, setiap tahunnya para penikmat astronomi di seluruh dunia juga merayakan Hari Astronomi. Untuk tahun 2013 ini, Hari Astronomi tersebut jatuh pada hari Sabtu tanggal 20 April. Di hari itu para astronom akan mengajak semua orang untuk merayakan dan menikmati astronomi dengan cara yang mudah, misalnya dengan melakukan pengamatan langit malam di observatorium dan planetarium terdekat, di taman-taman kota, atau bahkan di trotoar! Selengkapnya »

Saatnya Mengamati Komet PANSTARRS

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) (selanjutnya disebut komet Panstarrs) diamati pertama kali pada tanggal 6 Juni 2011 dari Observatorium Pan-STARRS di Hawaii. Komet ini diketahui akan mencapai perihelion (titik terdekatnya dengan Matahari) sejauh 0,3 SA pada tanggal 10 Maret 2013. Selengkapnya »

Benda Angkasa Yang Jatuh Di Rusia Itu Adalah Asteroid

Berikut ini adalah kutipan analisis dari Ma’rufin Sudibyo, seorang pemerhati astronomi dan geologi dari akunnya di facebook.
—————
Beberapa tambahan terkait peristiwa hujan batu Chelyabinsk, Rusia 15 Februari 2013, diolah berdasarkan rilis NASA Meteoroid Environment Office, plotting
citra satelit Meteosat-9 pada peta Google Map, simulasi Calculation of a Meteor orbit dari Marco Langbroek (Duth Meteor Society), software
Planetary Ephemerides dan simulasi pribadi (menggunakan spreadsheet dinamika meteor hasil oprekan sendiri): Selengkapnya »

Mengagumi Kreasi Teleskop Hubble: Extreme Deep Field

Teleskop ruang angkasa Hubble bisa dibilang menjadi salah satu teleskop terbaik milik umat manusia sampai saat ini. Foto akan keindahan objek-objek alam semesta yang diambil dengan menggunakan teleskop ini seringkali membuat kita takjub. Salah satunya adalah foto yang disebut Extreme Deep Field atau disingkat XDF. Selengkapnya »

Planetarium Taman Pintar Yogyakarta

Sejak bulan Agustus tahun 2012, Taman Pintar Yogyakarta memiliki sebuah wahana pendidikan baru yang bernama Planetarium. Gedung Planetarium itu terletak di dekat wahana air menari dan PAUD, atau sebelah timur pintu utama. Selengkapnya »

Bumi Gelap 3 Hari Di Bulan Desember 2012

Beberapa bulan terakhir berita dengan judul seperti di atas hangat dibicarakan di dunia maya. Isinya seolah-olah benar karena menyebutkan NASA sebagai sumbernya. Penyebaran berita ini pun memakan cukup banyak ‘korban’ yang menjadi risau dan khawatir tentang peristiwa tersebut. Pada akhirnya, mereka pun turut menyebarkannya. Bagi Anda yang belum pernah membaca berita tersebut, berikut ini adalah kutipannya: Selengkapnya »

Kalender Meja Astronomi 2013 Seri Tata Surya

Telah hadir, KALENDER MEJA ASTRONOMI 2013 SERI TATA SURYA. Setelah tahun 2010 dan 2012, kami kembali menerbitkan Kalender Astronomi untuk tahun 2013. Di kalender ini kita bisa mengetahui ada peristiwa astronomis apa saja di setiap harinya selama 1 tahun penuh. Selain itu, kalender ini juga dilengkapi dengan foto-foto komponen tata surya serta info menarik tentang objek yang terdapat di foto tersebut.

Kalender Meja ASTRONOMI 2013 Seri TATA SURYA

Kalender Meja ASTRONOMI 2013 Seri TATA SURYA

Baca selengkapnya di etalase.DADC

 

Melihat Bintang Dari Dasar Sumur Di Siang Hari

Mungkin sudah banyak di antara kita yang pernah membaca tulisan seperti judul di atas. Bagi yang belum pernah, cobalah cari di internet dengan menggunakan kata kunci ‘melihat bintang dari dasar sumur’. Kita akan temukan bahwa kebanyakan hasil pencariannya berasal dari ulasan ‘fakta-fakta menarik di dunia’. Tidak ada satupun yang menjelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Betulkah kita bisa melihat bintang dari dasar sumur di siang hari? Selengkapnya »

Gerhana Bulan Penumbra 28 November 2012

Di akhir bulan November ini akan terjadi sebuah gerhana Bulan penumbra (GBP), yang sekaligus akan menjadi gerhana yang terakhir di tahun 2012. Disebut gerhana penumbra karena Bulan tidak akan masuk ke dalam wilayah umbra Bumi. Selengkapnya »

Hujan Meteor Leonid

Sebuah hujan meteor kembali akan terjadi di bulan November ini. Namanya hujan meteor Leonid, yang muncul pada tanggal 15 – 20 November dan berpuncak di kisaran tanggal 18 November setiap tahunnya. Di tahun 2012 ini, puncaknya terjadi pada tanggal 17 November dinihari. Selengkapnya »

Gerhana Matahari Total 14 November 2012

Di bulan November ini, sebuah Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada tanggal 14 November 2012. Namun sayangnya gerhana tersebut hanya dapat diamati dari sebagian kecil Indonesia Timur, yaitu bagian timur Papua saja.
Selengkapnya »

Mengenal Venus, Planet Yang Paling Terang

Venus adalah planet kedua terdekat dari Matahari. Planet ini sangat terang jika dilihat dari Bumi, kecerlangannya hanya kalah dari Matahari dan Bulan. Karenanya Venus pun bisa disebut sebagai “bintang” paling terang di langit. Dan mungkin karena itu planet ini dinamai Venus sang Dewi Cinta dan Kecantikan, atau Aphrodite dalam peradaban Yunani kuno. Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 4 Juni 2012

Tak berapa lama setelah Gerhana Matahari Cincin 21 Mei lalu, kini kita akan dihadapkan pada fenomena Gerhana Bulan Sebagian (GBS) tanggal 4 Juni 2012 nanti. Kabar baiknya adalah gerhana ini dapat diamati dari seluruh wilayah Indonesia. Selengkapnya »

Gerhana Matahari Cincin 21 Mei 2012

Sebuah Gerhana Matahari Cincin (GMC) baru saja terjadi pada tanggal 21 Mei 2012 lalu. Sayangnya gerhana tersebut hanya dapat diamati dari sebagian kecil Indonesia. Kawasan timur laut Indonesia seperti bagian utara Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, dan sekitarnya sajalah yang dapat mengamatinya. Dan waktunya pun tidak terlalu bersahabat untuk pengamatan karena proses gerhana di Indonesia sudah berakhir tidak lama setelah Matahari terbit. Selengkapnya »

Transit Venus 6 Juni 2012

Satu fenomena astronomi yang cukup langka akan terjadi di tahun 2012 ini. Fenomena tersebut adalah transit planet Venus pada tanggal 6 Juni 2012 waktu Indonesia. Terakhir kali peristiwa transit salah satu planet dalam ini terjadi adalah pada tahun 8 Juni 2004 lalu. Dan berikutnya baru akan terjadi lagi pada tahun 2117 dan 2125. Lalu apa yang dimaksud dengan transit dan mengapa kejadiannya begitu langka? Selengkapnya »

Kalender Astronomi 2012

Kalender Astronomi 2012Ada begitu banyak peristiwa astronomi yang terjadi setiap bulannya. Namun tidak semua orang tahu atau punya akses yang mudah untuk mengetahuinya. Tetapi tidak perlu khawatir, karena kini di DADC telah tersedia Kalender Astronomi 2012! Kalender meja ini adalah jawaban yang tepat agar kita tahu ada fenomena astronomi apa saja yang sedang ataupun akan terjadi. Hari dan waktu terjadinya fenomena tersebut tertulis jelas di kalender ini, begitu juga hari-hari bersejarah penjelajahan Tata Surya. Selain itu, nikmati juga keindahan foto-foto astronomi berkualitas dari Hubble Space Telescope dan European Southern Observatory. Selengkapnya »

Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

 

Bersiaplah untuk gerhana yang terakhir di tahun ini, yaitu Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 10 Desember 2011. Beruntunglah kita yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dapat mengamati peristiwa spektakuler ini sejak awal hingga akhir. Selengkapnya »

Kapan Lebaran 1432 H/2011 M?

Di hari ke-29 puasa ini sudah banyak orang yang mengatakan bahwa hari ini adalah puasa terakhir. Salah satu penyebabnya adalah kalender yang banyak beredar di masyarakat menuliskan tanggal 30 Agustus 2011 adalah hari raya Idul Fitri. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa lebaran masih tanggal 31 Agsutus nanti. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ada 2 versi yang berbeda?

Secara astronomis, Bulan sudah memasuki fase baru setelah mengalami konjungsi dengan Matahari pada tanggal 29 Agustus 2011 pukul 03 UT atau 10 WIB. Konjungsi itu sendiri berarti Bumi, Bulan, dan Matahari membentuk satu garis lurus. Saat Matahari terbenam sorenya, Bulan masih berada di atas horison. Inilah tanda masuknya bulan baru pada penanggalan Hijriah. Makanya di kalender sudah ditandai bahwa tanggal 30 Agustus adalah Lebaran. Keputusan ini adalah hasil dari perhitungan yang dilakukan antara lain oleh Muhammadiyah.

Sementara itu, ada versi lain yang mengatakan Lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Itu adalah hasil dari perhitungan probabilitas kenampakan dan pengamatan/rukyat Bulan/hilal. Sore ini ketinggian Bulan tidak lebih dari 2 derajat, sehingga akan sangat sulit diamati karena sabitnya masih begitu tipis dan akan kalah terang dengan langit saat itu. Bulan baru dapat kita amati tanggal 30 sore setelah Matahari terbenam. Saat itu ketinggiannya sudah sekitar 14 derajat dan sabitnya sudah lebih tebal sehingga lebih mudah diamati ketika langit semakin gelap.

Lalu mana yang akan kita ikuti? Keputusan akhir tetap ada di masing-masing pembaca. Kami hanya bisa menyarankan untuk menunggu keputusan Pemerintah yang hasilnya baru akan diketahui setelah sidang Isbat tanggal 29 malam. Biasanya sidang tersebut ditayangkan di televisi secara langsung, jadi tunggu saja sekitar pukul 18.00 WIB.

Untuk menambah pengetahuan tentang pengamatan hilal, silakan kunjungi situs http://bosscha.itb.ac.id/hilal dan http://hilal.kominfo.go.id yang akan memuat tayangan langsung/streaming pengamatan hilal dari 14 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan akan dilakukan pada pukul 16.00 waktu lokal pengamat, atau mulai pukul 14.00 WIB.

Mengamati Hujan Meteor Perseids Sembari Sahur

Langit malam yang bertabur bintang ternyata masih menyimpan banyak keindahan. Berbagai fenomena astronomi terkadang muncul di sela-sela dingin dan gelapnya malam. Setelah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 16 Juni 2011 lalu, kita akan dapat menyaksikan satu lagi fenomena astronomi yang sangat menarik di bulan Agustus ini. Yaitu hujan meteor Perseids, yang puncaknya akan terjadi pada tanggal 13 Agustus 2011 dinihari nanti. Namun kita masih dapat mengamatinya hingga 3 hari sebelum atau sesudah tanggal tersebut.

Selengkapnya »

Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011

Gerhana Bulan tahun ini akan terjadi 2 kali, yaitu pada tanggal 16 Juni dan tanggal 10 Desember nanti. Keduanya sama-sama bisa dilihat dari Indonesia. Jadi, mari persiapkan pengamatannya dengan baik :) Selengkapnya »

Planetarium Jagad Raya Tenggarong

Tenggarong menjadi kota ke-3 di Indonesia yang memiliki planetarium setelah Jakarta dan Surabaya. Planetarium yang diberi nama Planetarium Jagad Raya itu didirikan pada tahun 2002 oleh Bupati Kutai Kartanegara dan diresmikan pada tahun 2003 oleh Hamzah Haz.

Tenggarong adalah sebuah kota yang berada sekitar 25 km di sebelah barat Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapainya dari luar Kalimantan dengan pesawat terbang, kita bisa mendarat di Balikpapan atau Samarinda dan kemudian melakukan perjalanan darat selama 3 atau 1 jam. Selengkapnya »

Hujan Meteor Eta Aquarids

Hujan meteor Lyrids sudah berlalu, kini saatnya kita bersiap untuk yang berikutnya yang bernama Eta Aquarids. Hujan meteor ini berlangsung sejak tanggal 19 April hingga 28 Mei dengan puncaknya adalah pada tanggal 8 mei pukul 1.31 GMT. Karenanya, pengamatan bisa dilakukan 3 hari sebelum dan sesudah masa puncaknya karena jumlah meteornya cuku banyak di sekitar masa puncak itu. Selengkapnya »

Global Astronomy Month April 2011

Bulan April 2011 telah dicanangkan sebagai Bulan Astronomi Internasional (Global Astronomi Month, GAM)oleh komunitas astronomi internasional yang bernama Astronomy Without Borders (AWB). Latar belakangnya adalah kesuksesan IYA 2009 dan 100 Hours of Astronomy yang diselenggarakan bulan April 2009. Respon yang tinggi terhadap kegiatan itu kemudian membuat AWB mencanangkan Bulan Astronomi Internasional di bulan April 2010 dan kemudian 2011. Selengkapnya »