|
|
Satu fenomena astronomi yang cukup langka akan terjadi di tahun 2012 ini. Fenomena tersebut adalah transit planet Venus pada tanggal 6 Juni 2012 waktu Indonesia. Terakhir kali peristiwa transit salah satu planet dalam ini terjadi adalah pada tahun 8 Juni 2004 lalu. Dan berikutnya baru akan terjadi lagi pada tahun 2117 dan 2125. Lalu apa yang dimaksud dengan transit dan mengapa kejadiannya begitu langka? Selengkapnya »
Ada begitu banyak peristiwa astronomi yang terjadi setiap bulannya. Namun tidak semua orang tahu atau punya akses yang mudah untuk mengetahuinya. Tetapi tidak perlu khawatir, karena kini di DADC telah tersedia Kalender Astronomi 2012! Kalender meja ini adalah jawaban yang tepat agar kita tahu ada fenomena astronomi apa saja yang sedang ataupun akan terjadi. Hari dan waktu terjadinya fenomena tersebut tertulis jelas di kalender ini, begitu juga hari-hari bersejarah penjelajahan Tata Surya. Selain itu, nikmati juga keindahan foto-foto astronomi berkualitas dari Hubble Space Telescope dan European Southern Observatory. Selengkapnya »
Bersiaplah untuk gerhana yang terakhir di tahun ini, yaitu Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada tanggal 10 Desember 2011. Beruntunglah kita yang ada di seluruh wilayah Indonesia karena dapat mengamati peristiwa spektakuler ini sejak awal hingga akhir. Selengkapnya »
Di hari ke-29 puasa ini sudah banyak orang yang mengatakan bahwa hari ini adalah puasa terakhir. Salah satu penyebabnya adalah kalender yang banyak beredar di masyarakat menuliskan tanggal 30 Agustus 2011 adalah hari raya Idul Fitri. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa lebaran masih tanggal 31 Agsutus nanti. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ada 2 versi yang berbeda?
Secara astronomis, Bulan sudah memasuki fase baru setelah mengalami konjungsi dengan Matahari pada tanggal 29 Agustus 2011 pukul 03 UT atau 10 WIB. Konjungsi itu sendiri berarti Bumi, Bulan, dan Matahari membentuk satu garis lurus. Saat Matahari terbenam sorenya, Bulan masih berada di atas horison. Inilah tanda masuknya bulan baru pada penanggalan Hijriah. Makanya di kalender sudah ditandai bahwa tanggal 30 Agustus adalah Lebaran. Keputusan ini adalah hasil dari perhitungan yang dilakukan antara lain oleh Muhammadiyah.
Sementara itu, ada versi lain yang mengatakan Lebaran jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Itu adalah hasil dari perhitungan probabilitas kenampakan dan pengamatan/rukyat Bulan/hilal. Sore ini ketinggian Bulan tidak lebih dari 2 derajat, sehingga akan sangat sulit diamati karena sabitnya masih begitu tipis sehingga akan kalah terang dengan langit saat itu. Bulan baru dapat kita amati tanggal 30 sore setelah Matahari terbenam. Saat itu ketinggiannya sudah sekitar 14 derajat dan sabitnya sudah lebih tebal sehingga lebih mudah diamati ketika langit semakin gelap.
Lalu mana yang akan kita ikuti? Keputusan akhir tetap ada di masing-masing pembaca. Kami hanya bisa menyarankan untuk menunggu keputusan Pemerintah yang hasilnya baru akan diketahui setelah sidang Isbat tanggal 29 malam. Biasanya sidang tersebut ditayangkan di televisi secara langsung, jadi tunggu saja sekitar pukul 18.00 WIB.
Untuk menambah pengetahuan tentang pengamatan hilal, silakan kunjungi situs http://bosscha.itb.ac.id/hilal dan http://hilal.kominfo.go.id yang akan memuat tayangan langsung/streaming pengamatan hilal dari 14 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan akan dilakukan pada pukul 16.00 waktu lokal pengamat, atau mulai pukul 14.00 WIB.
Langit malam yang bertabur bintang ternyata masih menyimpan banyak keindahan. Berbagai fenomena astronomi terkadang muncul di sela-sela dingin dan gelapnya malam. Setelah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 16 Juni 2011 lalu, kita akan dapat menyaksikan satu lagi fenomena astronomi yang sangat menarik di bulan Agustus ini. Yaitu hujan meteor Perseids, yang puncaknya akan terjadi pada tanggal 13 Agustus 2011 dinihari nanti. Namun kita masih dapat mengamatinya hingga 3 hari sebelum atau sesudah tanggal tersebut.
Selengkapnya »
Gerhana Bulan tahun ini akan terjadi 2 kali, yaitu pada tanggal 16 Juni dan tanggal 10 Desember nanti. Keduanya sama-sama bisa dilihat dari Indonesia. Jadi, mari persiapkan pengamatannya dengan baik Selengkapnya »
Tenggarong menjadi kota ke-3 di Indonesia yang memiliki planetarium setelah Jakarta dan Surabaya. Planetarium yang diberi nama Planetarium Jagad Raya itu didirikan pada tahun 2002 oleh Bupati Kutai Kartanegara dan diresmikan pada tahun 2003 oleh Hamzah Haz.
Tenggarong adalah sebuah kota yang berada sekitar 25 km di sebelah barat Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Untuk mencapainya dari luar Kalimantan dengan pesawat terbang, kita bisa mendarat di Balikpapan atau Samarinda dan kemudian melakukan perjalanan darat selama 3 atau 1 jam. Selengkapnya »
Hujan meteor Lyrids sudah berlalu, kini saatnya kita bersiap untuk yang berikutnya yang bernama Eta Aquarids. Hujan meteor ini berlangsung sejak tanggal 19 April hingga 28 Mei dengan puncaknya adalah pada tanggal 8 mei pukul 1.31 GMT. Karenanya, pengamatan bisa dilakukan 3 hari sebelum dan sesudah masa puncaknya karena jumlah meteornya cuku banyak di sekitar masa puncak itu. Selengkapnya »
Bulan April 2011 telah dicanangkan sebagai Bulan Astronomi Internasional (Global Astronomi Month, GAM)oleh komunitas astronomi internasional yang bernama Astronomy Without Borders (AWB). Latar belakangnya adalah kesuksesan IYA 2009 dan 100 Hours of Astronomy yang diselenggarakan bulan April 2009. Respon yang tinggi terhadap kegiatan itu kemudian membuat AWB mencanangkan Bulan Astronomi Internasional di bulan April 2010 dan kemudian 2011. Selengkapnya »
Setiap bulan April sekitar tanggal 22, jangan lupa untuk mengamati langit dinihari. Saat itu ada peristiwa astronomi menarik sedang terjadi, yaitu hujan meteor Lyrid. Nama Lyrid berarti arah radian meteor tersebut berasal dari rasi Lyra, sebuah rasi di sebelah utara dengan bintang terangnya yang bernama Vega. Jumlah meteor yang bisa kita lihat saat itu adalah sekitar 15 buah per jam. Namun terkadang bisa mencapai 60 buah per jamnya! Selengkapnya »
Seperti manusia, bintang juga mengalami perubahan tahap kehidupan. Sebutannya adalah evolusi. Mempelajari evolusi bintang sangat penting bagi manusia, terutama karena kehidupan kita bergantung pada matahari. Matahari sebagai bintang terdekat harus kita kenali sifat-sifatnya lebih jauh.
Dalam mempelajari evolusi bintang, kita tidak bisa mengikutinya sejak kelahiran sampai akhir evolusinya. Usia manusia tidak akan cukup untuk mengamati bintang yang memiliki usia hingga milyaran tahun. Jika demikian tentunya timbul pertanyaan, bagaimana kita bisa menyimpulkan tahap-tahap evolusi sebuah bintang? Selengkapnya »
Merkurius adalah planet terkecil di tata surya dan terdekat dari Matahari. Nama planet ini diambil dari nama dewa pengantar pesan jaman Romawi kuno. Ia diberi nama tersebut karena pergerakannya di langit yang sangat cepat. Selengkapnya »
Di hari keempat di tahun yang baru ini, kita langsung disambut fenomena astronomi yang menakjubkan: Gerhana Matahari Sebagian (GMS). Gerhana ini akan berlangsung dari pukul 6.40 GMT (13.40 WIB) hingga 11 GMT (18 WIB). Namun sayangnya, GMS ini tidak dapat diamati dari Indonesia karena area yang dilalui oleh bayangan penumbra Bulan hanyalah di kawasan Eropa, Afrika bagian utara, dan sedikit Asia.
Selengkapnya »
Hujan meteor Quadrantid adalah salah satu hujan meteor yang terbaik dalam setahun. Jumlah meteor mencapai 100 buah per jam. Asal radian dari hujan meteor ini adalah di dekat rasi Bootes, yang terletak di belahan langit utara. Selengkapnya »
Matahari kita adalah sebuah bintang, yaitu bola gas panas raksasa yang mengeluarkan energi dan cahaya. Ukurannya begitu besar dibandingkan dengan Bumi dan planet-planet lainnya. Namun sebenarnya, Matahari termasuk bintang yang ukurannya biasa saja. Masih banyak bintang lain yang berukuran jauh lebih besar ataupun jauh lebih kecil darinya. Tetapi tetap saja Matahari adalah satu bintang yang sangat istimewa bagi manusia, Bumi, dan tata surya kita. Selengkapnya »
Tidak banyak perubahan yang terjadi pada bentuk model geosentris di Eropa sejak kehancuran bangsa Romawi di sekitar tahun 400 M karena tidak ada rekaman yang jelas tentang itu. Perkembangan ilmu astronomi baru menghangat kembali saat adanya gebrakan dari Copernicus (1473-1543 M) yang mengemukakan model heliosentrisnya. Model tersebut mengganggu kemapanan pengetahuan tentang alam semesta geosentris. Dan dibandingkan dengan kemunculannya yang pertama kali, kali ini model heliosentris benar-benar menyita perhatian masyarakat karena kesederhanaan yang digunakannya.
Selengkapnya »
Jika dilihat secara sepintas, benda-benda di langit tampak bergerak dari timur ke barat. Selama satu hari satu malam, bintang-bintang, planet, Bulan, dan Matahari terbit dan tenggelam. Namun sebenarnya bukan hanya gerakan terbit dan tenggelam saja yang terjadi pada benda-benda langit tersebut. Ada yang bergerak dari ekuator ke utara, kembali ke ekuator, ke selatan, dan kembali lagi ke ekuator dalam waktu satu bulan atau satu tahun, seperti Bulan atau Matahari. Ada objek yang arah geraknya berubah-ubah dalam hitungan bulan. Awalnya bergerak dari barat ke timur lalu berubah menjadi dari timur ke barat, lalu kembali lagi seperti semula, sebagaimana yang terjadi dengan semua planet. Dan ada juga planet yang tidak pernah jauh dari Matahari, yang hanya terlihat di barat setelah Matahari terbenam atau di timur sebelum Matahari terbit. Dari gerakan benda-benda langit yang kompleks tersebut kemudian timbul pertanyaan besar, apa yang sebenarnya terjadi di langit? Selengkapnya »
Sebentar lagi, bulan Ramadhan tiba. Dalam sistem penanggalan Hijriah (kalender Islam), pergantian hari terjadi pada sore hari dan pergantian bulan ditandai dengan munculnya Bulan sabit muda (hilal) setelah Matahari terbenam. Maka kita bisa pastikan kapan bulan Ramadhan tiba dengan menghitung kapan bulan sabit dapat terlihat atau bahkan dengan mengamatinya langsung. Selengkapnya »
Wahai rakyat Indonesia, bersiaplah melakukan pengamatan karena gerhana Bulan terjadi lagi. Kali ini gerhana yang terjadi adalah gerhana Bulan sebagian. Gerhana ini dapat diamati dari Indonesia di langit sebelah timur ketika Bulan terbit. Secara lengkap, jadwal terjadinya gerhana Bulan sebagian nanti adalah sebagai berikut: Selengkapnya »
Tahukah Anda bahwa setiap tahun Matahari akan berada tepat di atas Kakbah sebanyak dua kali. Yaitu pada tanggal 28 Mei pada pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB (17.18 WIT) dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (17.27 WIT). Peristiwa ini bisa dimanfaatkan oleh para pengurus masjid untuk melakukan koreksi arah kiblat. Bagaimana caranya?
Pada hari yang disebutkan di atas, dirikanlah sebuah tongkat secara tegak lurus dengan permukaan tanah di area yang terkena sinar Matahari. Usahakan agar area yang digunakan dapat diberi tanda (dengan cat/spidol) agar arah kiblat dapat dituliskan nantinya.
Lalu pada jam yang ditentukan, bayangan tongkat akan menunjukkan arah kiblat. Tandailah bayangan tongkat itu.
Di setiap tahunnya, Matahari akan berada tepat di atas Kakbah sebanyak dua kali. Yaitu pada tanggal 28 Mei pada pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB (17.18 WITA) dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (17.27 WITA). Peristiwa ini bisa dimanfaatkan oleh siapapun yang berkepentingan (misalnya pengurus masjid) untuk melakukan koreksi arah kiblat. Bagaimana caranya? Selengkapnya »
|
Komentar Terbaru