Kategori

Arsip

Kontak Kami


SMS/Telp/WA:
0857 0237 1094


LINE


BBM

Bintang Terbesar

Bintang kecil, di langit yang biru.
Amat banyak, menghias angkasa.
- Cuplikan lagu “Bintang Kecil” (Daljono)

Siapa sih yang tidak kenal petikan lagu anak-anak yang berjudul “Bintang Kecil” tersebut? Ya, semua bintang di langit malam memang tampak kecil kalau dilihat dari Bumi. Bahkan dengan teleskop yang paling canggih pun bintang akan tetap tampak sebagai titik-titik cahaya. Kecuali bintang yang paling dekat dari kita, yaitu Matahari. Kita bisa melihat bahwa Matahari tampak lebih besar dari bintang-bintang lainnya di malam hari sehingga langit kita jadi terang kalau Matahari sudah terbit. Itu karena Matahari terletak cukup dekat dari kita, “hanya” 150 juta kilometer saja. Tapi sebenarnya seberapa besar Matahari kita itu?

Matahari adalah sebuah bola gas raksasa yang memiliki diameter 1,4 juta kilometer. Jauh lebih besar daripada Bumi yang hanya berdiameter 12 ribu kilometer. Kalau kita mengendarai pesawat terbang yang punya laju 800 km/jam, maka kita perlu waktu 7 bulan untuk mengelilinginya!

Namun sebenarnya Matahari adalah sebuah bintang yang berukuran biasa-biasa saja loh. Ada banyak bintang yang berukuran lebih besar dari Matahari dan ada banyak juga yang berukuran lebih kecil. Nah, bintang apa yang paling besar yang pernah ditemukan?

Bintang terbesar yang pernah ditemukan bernama UY Scuti, yang ditemukan pada bulan Juni 2013. Ukurannya 1.700 kali lebih besar dari Matahari! Kalau bintang ini diletakkan di Tata Surya kita menggantikan Matahari, maka bintang ini akan membentang hingga melewati orbit Jupiter. Sungguh sangat besar ya!

Tahukah kalian, sebenarnya predikat bintang paling besar dapat berganti-ganti. Kenapa? Karena sepanjang hidupnya, bintang dapat berubah menjadi lebih besar (mengembang) atau lebih kecil (mengerut). Jadi bisa saja bintang UY Scuti suatu saat nanti akan mengecil atau akan ada bintang yang mengembang lebih besar dari bintang UY Scuti tersebut. Karena perubahan ukurannya itu mengakibatkan kecerlangannya juga berubah, bintang yang mengembang dan mengerut seperti ini disebut pula sebagai bintang variabel, yaitu bintang yang kecerlangannya berubah-ubah.

Di Galaksi Bimasakti kita ini terdapat banyak bintang variabel. Maka jangan heran kalau status bintang terbesar itu bisa berubah-ubah seiring dengan waktu. Matahari juga suatu saat akan membesar hingga menelan orbit Merkurius dan Venus.

Jadi walaupun bintang terbesar itu bisa berganti-ganti, ada satu hal yang pasti: bintang terbesar di langit Bumi tetaplah Matahari kita.

Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org

Tulisan ini dimuat di situs Anak Bertanya

Profil Surabaya Astro Club

Saya merasa bersemangat sekali ketika ditawari untuk menulis profil SAC untuk langitselatan, salah satu situs astronomi favorit saya, karena selalu memudahkan pembaca untuk memahami ilmu-ilmu yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana. Sebenarnya, banyak teman-teman SAC lain yang lebih pantas dan mampu menulis daripada saya, apalagi latar belakang pendidikan saya tidak tinggi. Hanya percaya diri dan kecintaan terhadap astronomilah yang membuat saya berani memperkenalkan Surabaya Astronomy Club di sini, hehehe …. Selengkapnya »

Duet Komet Jelang Akhir Tahun

Di akhir tahun 2013 ini, banyak media ramai memberitakan tentang fenomena komet ISON. Komet tersebut akan dapat diamati dengan mudah (tanpa alat bantu optik) di akhir bulan November nanti. Namun sebenarnya tidak hanya komet ISON saja yang membuat berita. Ada 1 komet lain yang juga patut dijadikan target pengamatan, yaitu komet Lovejoy.

Teleskop Hubble Menemukan Asteroid Berekor

Sebuah tim astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble baru saja mengamati sebuah asteroid di sabuk asteroid yang memiliki ekor layaknya komet. Dan uniknya, jumlah ekornya tidak hanya 1 atau 2, namun 6 buah sekaligus! Selengkapnya »

Mengapa Ada Siang dan Malam?

Pergantian siang dan malam yang terjadi setiap hari disebabkan oleh dua hal utama. Pertama, karena sumber cahaya kuat di Tata Surya hanya ada satu, yaitu Matahari. Yang kedua adalah karena Bumi berputar pada porosnya.

Sejak Bumi terbentuk 4,5 milyar tahun yang lalu, selalu ada separuh bagian Bumi yang terpapar cahaya Matahari dan mengalami siang serta separuh lagi yang tidak dan mengalami malam. Namun karena Bumi berputar pada porosnya (disebut gerak rotasi), semua wilayah di Bumi jadi mengalami siang dan malam secara bergantian. Sebenarnya ada banyak bintang dan terkadang ada Bulan Purnama yang menerangi langit malam. Namun kondisinya tetaplah gelap karena cahaya seluruh benda langit tersebut tidaklah cukup kuat untuk mengubah malam hari menjadi terang benderang.

Bumi yang berotasi
Bumi yang berotasi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Gerak Bumi sebenarnya bukan hanya rotasi saja, tetapi ada satu gerak lagi yang disebut revolusi (gerak mengelilingi Matahari). Dalam mengelilingi Matahari, Bumi tidaklah berotasi dengan tegak melainkan sedikit miring (sekitar 23,5 derajat). Kemiringan tersebut menyebabkan tidak seluruh permukaan Bumi mendapatkan panjang siang dan malam yang sama dalam waktu satu tahun.

Pada satu saat, wilayah yang terletak jauh dari ekuator Bumi akan mengalami siang yang lebih panjang dari malamnya. Kemudian hal yang sebaliknya terjadi 6 bulan kemudian. Itulah mengapa negara-negara yang terletak jauh dari ekuator (misalnya Jerman, Amerika Serikat, dan Australia) memiliki empat musim dalam setahun, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur. Berbeda halnya dengan di Indonesia yang hanya memiliki dua musim saja selama setahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Kemiringan sumbu rotasi Bumi
Kemiringan sumbu rotasi Bumi menyebabkan empat musim di negara yang terletak jauh dari ekuator. Di bagian kutub-kutub Bumi bahkan terjadi hal yang lebih ekstrim. Siapapun yang tinggal di sana akan mengalami siang hari yang terjadi selama 6 bulan dan malam hari yang terjadi selama 6 bulan juga. Itulah mengapa di kutub sangat dingin dan ada banyak es. Jadi, sungguh menguntungkan karena kita tinggal di Indonesia yang berada di sekitar ekuator.

Sumber gambar:
1. http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Blue_Marble_rotating.gif
2. http://www.nationsonline.org/oneworld/earth.htm

Tulisan ini dimuat di halaman http://anakbertanya.com/mengapa-ada-siang-dan-malam/

Lubanghitam Supermasif, Sang Pencipta Bintang-Bintang Di Galaksi

Lubanghitam supermasif adalah lubanghitam yang massanya sangat besar. Letaknya ada di pusat galaksi-galaksi. Sejarah penemuannya cukup unik. Berikut ini adalah twit dadc tentang lubanghitam supermasif (LHSM). Selengkapnya »

Gerhana Matahari Cincin 10 Mei 2013

Indonesia, bersiaplah menyambut Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi. Gerhana ini akan tampak dari Indonesia sebagai gerhana sebagian, karena bayangan atumbra Bulan tidak melintasi Indonesia. Daerah yang dapat mengamati gerhana ini adalah semua daerah yang ada di sebelah timur Pekanbaru dan Padang (lihat peta di bawah).
Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013

Tidak lama lagi sebuah peristiwa gerhana akan terjadi. Pada tanggal 26 April 2013 pukul 01.03 dinihari WIB Bulan akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati GBS ini. Hanya kawasan timur Indonesia saja yang akan sedikit kesulitan untuk mengamatinya karena Bulan sudah rendah di langit sebelah barat (hampir terbenam).

Selengkapnya »

Selamat Hari Astronomi!

Masih ingat dengan Tahun Astronomi Internasional 2009 (International Year of Astronomy)? Selain perayaan setahun penuh tersebut, setiap tahunnya para penikmat astronomi di seluruh dunia juga merayakan Hari Astronomi. Untuk tahun 2013 ini, Hari Astronomi tersebut jatuh pada hari Sabtu tanggal 20 April. Di hari itu para astronom akan mengajak semua orang untuk merayakan dan menikmati astronomi dengan cara yang mudah, misalnya dengan melakukan pengamatan langit malam di observatorium dan planetarium terdekat, di taman-taman kota, atau bahkan di trotoar! Selengkapnya »

Saatnya Mengamati Komet PANSTARRS

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) (selanjutnya disebut komet Panstarrs) diamati pertama kali pada tanggal 6 Juni 2011 dari Observatorium Pan-STARRS di Hawaii. Komet ini diketahui akan mencapai perihelion (titik terdekatnya dengan Matahari) sejauh 0,3 SA pada tanggal 10 Maret 2013. Selengkapnya »