Kontak DADC

Call | SMS | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

dadc di Twitter

Bumi Ini Bulat atau Datar?

Tahukah Adik-adik, pertanyaan ini sering ditanyakan loh. Tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Kita akan bahas di sini, tapi sebelumnya patut diingat bahwa sangatlah penting untuk membahasnya berlandaskan bukti terbaru karena kita sedang berbicara sains. Bicara sains tanpa bukti itu sama saja dengan berbohong alias hoax.

Kita lihat dulu sejarahnya ya. Dulu ketika teknologi belum semaju sekarang, kita sulit menentukan apakah Bumi bulat atau datar. Ilmu yang kita miliki baru sebatas dipelajari dari apa yang bisa kita lihat dengan mata. Dan karena sejauh kita memandang horison tidak tampak melengkung dan kita tidak bisa merasakan Bumi bergerak padahal seluruh benda langit bergerak, maka Bumi pun dianggap datar dan diam. Di sini, membahas bentuk Bumi memang tidak bisa lepas dengan membahas pergerakannya, karena keduanya berkaitan erat. Selengkapnya »

Menghitung Jarak Matahari

Bagi Anda yang sudah pernah membaca/melihat video tentang FE, kemungkinan besar Anda tahu bahwa menurut FE jarak Matahari dari Bumi adalah sekitar 5.000 – 6.000 km saja. Mereka mendapat perhitungan tersebut dengan menggunakan metode bayangan dan trigonometri, sama seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes. Sayangnya mereka menggunakan asumsi yang keliru di situ, yaitu datangnya sinar Matahari tidak sejajar sehingga membentuk sudut terhadap tongkat yang ditancapkan di tanah. Padahal sinar Matahari datangnya sejajar karena letaknya sangat jauh, dan akibatnya sudut yang terbentuk tersebut sebenarnya berasal dari kemiringan/kelengkungan permukaan Bumi. Jarak Matahari sebenarnya adalah sekitar 150 juta km. Lalu bagaimana sih cara menghitung jarak Matahari sehingga diperoleh nilai tersebut?

Selengkapnya »

Selamat Ulang Tahun, Sputnik

Hari ini 60 tahun yang lalu, di tahun 1957, sebuah sejarah ditorehkan umat manusia di Bumi dengan mengorbitnya satelit pertama di dunia bernama Sputnik 1 oleh Uni Sovyet. Satelit berbentuk bola berdiameter 58 cm dengan 4 antena radio ini memancarkan sinyal diluncurkan ke orbit rendah. Dengan mempelajari Sputnik 1, para peneliti bisa mengetahui banyak hal, misalnya kerapatan atmosfer bagian atas yang mempengaruhi perubahan orbitnya dan informasi mengenai lapisan ionosfer.

Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus 2017

Bersiaplah para pecinta langit, karena pada tanggal 7-8 Agustus 2017 mendatang kita akan dapat menyaksikan salah satu fenomena astronomis yang cukup menarik, yaitu Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Selengkapnya »

dadc Mendukung Bumi Datar, Asalkan

Barangkali sudah banyak pembaca yang tahu bahwa belakangan ini muncul keramaian di dunia maya seputar Flat Earth Conspiracy atau Konspirasi Bumi Datar (dadc singkat FE). Menurut pengamatan dadc (dunia astronomi dot com), awal keramaian FE ini adalah dari serial video propaganda di Youtube. Di situ disebutkan bahwa sebenarnya Bumi kita datar dan foto Bumi bulat serta segala bukti yang ada merupakan hasil konspirasi kebohongan global. Padahal di video tersebut tidak ada satupun bukti sahih menurut sains yang menunjukkan bahwa Bumi datar. Namun tetap saja video itu mengakibatkan banyak orang mulai meragukan fakta Bumi bulat dan menganggap Bumi datar, diam, dan dikelilingi oleh benda-benda langit. Melalui tulisan ini, dadc bisa saja menyatakan mendukung fakta bahwa Bumi datar dan diam, asalkan beberapa syarat terpenuhi. Apa saja syaratnya? Sebagai permulaan, di sini dadc akan sampaikan 2 syarat terlebih dahulu. Selengkapnya »