Kontak DADC

Call | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

Lubang Hitam Terbesar Di Alam Semesta

Lubang hitam adalah salah satu objek eksotis di alam semesta kita. Terlebih lagi lubang hitam supermasif (bermassa sangat besar), yang diduga lazim terdapat di setiap inti galaksi. Termasuk di pusat galaksi kita, Bima Sakti.

Para astronom bisa yakin di pusat galaksi Bima Sakti terdapat lubang hitam supermasif. Karena ditunjang hasil pengamatan bintang yang mengorbit cukup cepat di sekitar pusat Galaksi (daerah Sagittarius A*/A-star) dengan jarak yang cukup dekat. Dari perhitungan diperoleh bahwa objek yang dikelilingi bintang tersebut memiliki massa sekitar 4 juta kali massa Matahari dengan ukuran sekitar diameter orbit Uranus. Berdasarkan pengetahuan terkini, tidak ada objek yang memiliki massa dan ukuran seperti itu selain lubang hitam supermasif.

Selengkapnya »

Foto Pertama Lubang Hitam

Hari ini, 10 April 2019, adalah hari bersejarah nan menghebohkan dunia astronomi. Lubang hitam, sebuah objek teoritis yang sudah diusulkan sejak tahun 1784 ketika John Michell menyebutkan ide tentang adanya objek yang demikian masif/padatnya sehingga cahaya tidak dapat lolos, berhasil difoto untuk pertama kalinya menggunakan Event Horizon Telescope (EHT). Pukul 20.00 WIB, foto sebuah lubang hitam di galaksi M87 yang berjarak 54 juta tahun cahaya dipublikasikan oleh tim yang terlibat dalam EHT. Selengkapnya »

Apa Itu Bintang Neutron? Bagaimana Cara Terbentuknya?

Bintang neutron adalah salah satu bentuk tahap akhir kehidupan dari bintang yang sudah tua. Sesuai namanya, bintang ini didominasi oleh neutron, dengan sangat sedikit proton dan elektron. Padahal semua benda di sekitar kita terdiri dari atom yang pasti ada neutron, elektron, dan protonnya. Lalu mengapa bisa bintang ini hanya berisi neutron saja ya? Selengkapnya »

Penemuan Terbaru NASA: 7 Planet Seukuran Bumi di Sebuah Bintang

Sebuah kabar gembira hadir dari teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA. Teleskop ini memastikan penemuan sebuah bintang yang memiliki 7 planet seukuran Bumi sekaligus, yang mencatatkan sebuah rekor tersendiri. Selain itu, 3 dari 7 planet tersebut berada di zona habitasi yang memungkinkan mereka memiliki air dalam wujud cairan. Ini juga merupakan rekor jumlah planet zona habitasi terbanyak dari sebuah bintang. Penemuan ini menjadi penting karena pertanyaan yang belum terjawab hingga kini, yaitu “apakah kita sendirian di alam semesta ini”, terbantu dengan semakin banyaknya eksoplanet (planet yang mengorbit bintang lain) di zona habitasi yang telah ditemukan.

Selengkapnya »

Bintang Terbesar

Bintang kecil, di langit yang biru.
Amat banyak, menghias angkasa.
– Cuplikan lagu “Bintang Kecil” (Daljono)

Siapa sih yang tidak kenal petikan lagu anak-anak yang berjudul “Bintang Kecil” tersebut? Ya, semua bintang di langit malam memang tampak kecil kalau dilihat dari Bumi. Bahkan dengan teleskop yang paling canggih pun bintang akan tetap tampak sebagai titik-titik cahaya. Kecuali bintang yang paling dekat dari kita, yaitu Matahari. Kita bisa melihat bahwa Matahari tampak lebih besar dari bintang-bintang lainnya di malam hari sehingga langit kita jadi terang kalau Matahari sudah terbit. Itu karena Matahari terletak cukup dekat dari kita, “hanya” 150 juta kilometer saja. Tapi sebenarnya seberapa besar Matahari kita itu? Selengkapnya »

Evolusi Bintang

Seperti manusia, bintang juga mengalami perubahan tahap kehidupan. Sebutannya adalah evolusi. Mempelajari evolusi bintang sangat penting bagi manusia, terutama karena kehidupan kita bergantung pada matahari. Matahari sebagai bintang terdekat harus kita kenali sifat-sifatnya lebih jauh.

Dalam mempelajari evolusi bintang, kita tidak bisa mengikutinya sejak kelahiran sampai akhir evolusinya. Usia manusia tidak akan cukup untuk mengamati bintang yang memiliki usia hingga milyaran tahun. Jika demikian tentunya timbul pertanyaan, bagaimana kita bisa menyimpulkan tahap-tahap evolusi sebuah bintang?   Selengkapnya »

Bintang Variabel

Setiap malam kita bisa mengamati bintang-bintang memancarkan cahaya yang terlihat tetap setiap saat. Apakah cahaya bintang benar-benar tetap? Sebenarnya tidak, ada bintang yang cahayanya berubah-ubah baik secara periodik maupun tidak. Bintang yang seperti itu kemudian disebut sebagai bintang variabel. Memang perubahannya itu sulit dikenali oleh mata karena begitu kecilnya amplitudonya. Tapi berkat teknologi pengukur intensitas cahaya yang semakin baik, maka kita bisa ketahui adanya variasi kecerlangan pada beberapa bintang. Selengkapnya »

Mengukur Jarak Dengan Bintang Cepheid

Di tulisan terdahulu, kita dapat menentukan jarak bintang dengan menghitung paralaksnya. Namun metode paralaks itu hanya dapat digunakan untuk bintang-bintang dekat saja karena teknologi yang kita miliki belum dapat menghitung paralaks dengan ketelitian tinggi. Jarak terjauh yang bisa diukur dengan metode paralaks hanya beberapa kiloparsek saja. Lalu bagaimana kita menghitung jarak bintang-bintang yang lebih jauh? Atau bahkan menghitung jarak galaksi-galaksi yang jauh? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan hubungan periode-luminositas bintang variabel Cepheid. Selengkapnya »

Mengukur Jarak Bintang Dengan Paralaks

Paralaks adalah perbedaan latar belakang yang tampak ketika sebuah benda yang diam dilihat dari dua tempat yang berbeda. Kita bisa mengamati bagaimana paralaks terjadi dengan cara yang sederhana. Acungkan jari telunjuk pada jarak tertentu (misal 30 cm) di depan mata kita. Kemudian amati jari tersebut dengan satu mata saja secara bergantian antara mata kanan dan mata kiri. Jari kita yang diam akan tampak berpindah tempat karena arah pandang dari mata kanan berbeda dengan mata kiri sehingga terjadi perubahan pemandangan latar belakangnya. “Perpindahan” itulah yang menunjukkan adanya paralaks. Selengkapnya »