Kontak DADC

Call | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

Lubang Hitam Terbesar Di Alam Semesta

Lubang hitam adalah salah satu objek eksotis di alam semesta kita. Terlebih lagi lubang hitam supermasif (bermassa sangat besar), yang diduga lazim terdapat di setiap inti galaksi. Termasuk di pusat galaksi kita, Bima Sakti.

Para astronom bisa yakin di pusat galaksi Bima Sakti terdapat lubang hitam supermasif. Karena ditunjang hasil pengamatan bintang yang mengorbit cukup cepat di sekitar pusat Galaksi (daerah Sagittarius A*/A-star) dengan jarak yang cukup dekat. Dari perhitungan diperoleh bahwa objek yang dikelilingi bintang tersebut memiliki massa sekitar 4 juta kali massa Matahari dengan ukuran sekitar diameter orbit Uranus. Berdasarkan pengetahuan terkini, tidak ada objek yang memiliki massa dan ukuran seperti itu selain lubang hitam supermasif.

Selengkapnya »

Mendeteksi Asteroid, Benda Kecil yang Bisa Saja Berbahaya

Sejarah mencatat, salah satu hipotesis musnahnya dinosaurus pada 65 juta tahun yang lalu adalah akibat jatuhnya asteroid atau komet di Bumi. Kita di peradaban modern tentunya tidak ingin peristiwa semacam itu, yaitu kehancuran massal akibat jatuhnya benda luar angkasa, terulang. Padahal Bumi dihujani 5-200 ton debu kosmis per hari atau hingga 78.000 ton per tahun.

Meskipun Bumi adalah planet yang relatif aman dari tumbukan benda berukuran kecil dari luar angkasa karena memiliki atmosfer yang melindungi permukaannya, namun yang berukuran besar tentu saja membahayakan kehidupan di Bumi. Selengkapnya »

10 Tokoh Astronomi Terkenal Dunia

Dunia astronomi di zaman modern ini bisa dibilang berkembang cukup pesat jika dibandingkan kondisinya pada 100 tahun terakhir. Kini, kita sudah mengetahui ketampakan lubang hitam dan planet katai Pluto, yang bahkan dalam 10 tahun terakhir belum kita ketahui.

Namun, patut diingat bahwa apa yang kita ketahui sekarang tak lepas dari kontribusi sekian banyak astronom dan ilmuwan. Pengetahuan mereka saling melengkapi, bahkan sejak ratusan tahun Sebelum Masehi.

Berikut ini adalah beberapa ilmuwan yang punya peran besar dalam perkembangan astronomi di dunia, tanpa mengecilkan peranan ilmuwan lain.

Selengkapnya »

5 Kontribusi Stephen Hawking Terhadap Iptek Dunia

Stephen Hawking adalah salah satu ilmuwan terbesar di zaman modern. Sudah lebih setahun Hawking Wafat (14 Maret 2018). Namun, kontribusinya terhadap dunia sains akan terus memberi inspirasi kepada para ilmuwan dunia dan calon ilmuwan masa depan. Berikut ini adalah 5 kontribusi Stephen Hawking terhadap dunia sains.

Selengkapnya »

Buku Stephen Hawking: A Mind Without Limits

Stephen Hawking (8 Januari 1942 – 14 Maret 2018) merupakan salah satu ilmuwan besar di jaman modern. Penemuan dan kontribusinya terhadap dunia sains cukup fenomenal, misalnya Radiasi Hawking. Kehidupan pribadinya pun menakjubkan karena mampu melawan prediksi dokter yang memperkirakan hidupnya hanya hingga tahun 1965, atau 2 tahun setelah ia didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS), namun pada akhirnya mampu hidup 55 tahun setelahnya.

Bagi yang tertarik tentang bagaimana kehidupan Stephen Hawking dan pencapaian-pencapaiannya, Anda bisa dapatkan segera buku Stephen Hawking: A Mind Without Limit edisi kolektor. Pesan sekarang juga di dadc melalui WA atau form ini dengan harga hanya Rp. 119.000,- per eksemplar.

Spesifikasi Produk:
SKU: UC-98
ISBN: 978-602-441-101-5
Berat: 140 Gram
Dimensi (P/L/T): 21 Cm / 28 Cm/ 0 Cm
Halaman: 96
Jenis Cover: Soft Cover
Penerbit: Mizan Selengkapnya »

Mengapa Tidak Ada Lagi Planet Pluto, Padahal Dulu Ada?

Pertanyaannya bagus nih, dan ada banyak orang yang menanyakannya loh. Sebenarnya, Pluto masih ada di Tata Surya kita kok. Perubahan yang dialami Pluto hanyalah statusnya yang tidak lagi disebut sebagai planet, melainkan menjadi planet katai (dwarf planet).

Selengkapnya »

Apa Itu Bintang Neutron? Bagaimana Cara Terbentuknya?

Bintang neutron adalah salah satu bentuk tahap akhir kehidupan dari bintang yang sudah tua. Sesuai namanya, bintang ini didominasi oleh neutron, dengan sangat sedikit proton dan elektron. Padahal semua benda di sekitar kita terdiri dari atom yang pasti ada neutron, elektron, dan protonnya. Lalu mengapa bisa bintang ini hanya berisi neutron saja ya? Selengkapnya »

Jika Kita Keluar dari Galaksi Bima Sakti, Kita Akan Berada di Mana?

Jika kita keluar dari galaksi Bima Sakti, maka kita tidak akan langsung berada di galaksi lain tetapi memasuki ruang antar-galaksi. Hal ini terjadi karena jarak galaksi paling dekat dari Bima Sakti pun sangat jauh. Galaksi yang dimaksud adalah Canis Major Dwarf, yang berjarak 250.000 tahun cahaya dari Bumi. Selengkapnya »

Bumi Ini Bulat atau Datar?

Tahukah Adik-adik, pertanyaan ini sering ditanyakan loh. Tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Kita akan bahas di sini, tapi sebelumnya patut diingat bahwa sangatlah penting untuk membahasnya berlandaskan bukti terbaru karena kita sedang berbicara sains. Bicara sains tanpa bukti itu sama saja dengan berbohong alias hoax.

Kita lihat dulu sejarahnya ya. Dulu ketika teknologi belum semaju sekarang, kita sulit menentukan apakah Bumi bulat atau datar. Ilmu yang kita miliki baru sebatas dipelajari dari apa yang bisa kita lihat dengan mata. Dan karena sejauh kita memandang horison tidak tampak melengkung dan kita tidak bisa merasakan Bumi bergerak padahal seluruh benda langit bergerak, maka Bumi pun dianggap datar dan diam. Di sini, membahas bentuk Bumi memang tidak bisa lepas dengan membahas pergerakannya, karena keduanya berkaitan erat. Selengkapnya »

Menghitung Jarak Matahari

Bagi Anda yang sudah pernah membaca/melihat video tentang FE, kemungkinan besar Anda tahu bahwa menurut FE jarak Matahari dari Bumi adalah sekitar 5.000 – 6.000 km saja. Mereka mendapat perhitungan tersebut dengan menggunakan metode bayangan dan trigonometri, sama seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes. Sayangnya mereka menggunakan asumsi yang keliru di situ, yaitu datangnya sinar Matahari tidak sejajar sehingga membentuk sudut terhadap tongkat yang ditancapkan di tanah. Padahal sinar Matahari datangnya sejajar karena letaknya sangat jauh, dan akibatnya sudut yang terbentuk tersebut sebenarnya berasal dari kemiringan/kelengkungan permukaan Bumi. Jarak Matahari sebenarnya adalah sekitar 150 juta km. Lalu bagaimana sih cara menghitung jarak Matahari sehingga diperoleh nilai tersebut?

Selengkapnya »