Kontak DADC

Call | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

Data Hilal Jelang Syawal 1440 H 2019 M

Tidak terasa Ramadhan 1440 H sudah mendekati akhir bulan. Bagaimana data hilal jelang Syawal mendatang dan Idul Fitri 2019 akan jatuh di tanggal berapa? Berikut ini kami sampaikan beberapa informasi terkait hal tersebut.

Penentuan awal bulan terkait ibadah (Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah) dalam penanggalan Islam/Hijriah di Indonesia biasanya didahului dengan pengamatan hilal. Hilal itu sendiri adalah istilah dari Bahasa Arab yang berarti Bulan sabit. Lebih detilnya lagi adalah Bulan sabit yang pertama kali dapat dilihat setelah fase Bulan baru/mati. Dengan kata lain, hilal adalah Bulan sabit yang sangat tipis karena umurnya masih sangat muda. Tambahan definisi/syarat berikutnya adalah Bulan ini haruslah dilihat setelah Matahari terbenam.

Dalam ilmu astronomi, fase Bulan baru disebut juga dengan peristiwa konjungsi, yaitu ketika Matahari, Bulan, dan Bumi membentuk garis lurus walaupun tidak sebidang. Hal ini menandakan pergantian fase Bulan dari Bulan sabit tua menjadi Bulan mati atau Bulan baru, untuk kemudian menjadi Bulan sabit muda atau yang bisa juga disebut hilal. Barangkali ada pembaca yang belum mengetahui, pergantian hari di kalender Islam/Hijriah/Jawa terjadi pada saat Matahari terbenam. Berbeda dengan kalender Masehi yang pergantian harinya terjadi pada pukul 00 waktu setempat.

Sumber: Observatorium Bosscha

Menurut data yang dipublikasikan Observatorium Bosscha di sini, konjungsi Matahari-Bulan terjadi pada hari Senin 3 Juni 2019 (29 Ramadhan 2019) pukul 17:01:56 WIB dan Matahari terbenam pada pukul 17:40:01 WIB. Bulan sabit muda yang terbentuk (hilal) hanya memiliki ketinggian dari Matahari sebesar 0∘6′13.9”, elongasi sebesar 2∘48′24.7” dan usia Bulan sebesar 38 menit 4 detik pada saat Matahari terbenam itu. Sedangkan Bulan terbenam tak lama setelahnya, yaitu pukul 17:40:28 WIB alias hanya berselisih 27,65 detik saja. Selisih ketinggian dan waktu terbenam sekecil itu membuat Bulan menjadi sangat sulit (bahkan mendekati mustahil) untuk diamati. Bisa kita lihat di gambar simulasi berikut bagaimana posisi Bulan dan Matahari saat Matahari terbenam.

Sumber: Observatorium Bosscha

Sebagaimana lazimnya, pemerintah dalam hal ini Kemenag akan mengadakan sidang Isbat setiap tanggal 29 bulan Ramadhan untuk menentukan kapan 1 Syawal/Idul Fitri. Menurut Kompas, sidang isbat yang tertutup tersebut akan dihadiri para duta besar negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama, dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama. Untuk itu, mari kita tunggu keputusan pemerintah dalam menentukan kapan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang akan diumumkan dalam konferensi pers setelah sidang isbat.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.