Kontak DADC

Call | Whatsapp 0817 226 986
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Dunia Astronomi
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

Betelgeuse Si Calon Supernova Yang Sedang Meredup

“Kelip bintang di langit, dari mana kau datang, jauh tinggi di langit, bagai sebuah berlian”

Dalam astronomi, terangnya cahaya adalah identitas pertama yang kita amati ketika menunjuk bintang di langit malam. Untuk itu, dibuatlah skala kecerlangan bintang yang dikenal dengan sebutan magnitudo. Semakin besar magnitudo berarti cahayanya semakin redup dan semakin kecil berarti semakin terang. Sebagai contoh, bintang paling terang di langit malam adalah Sirius dengan magnitudo -1,46, sedangkan planet paling terang adalah Venus dengan magnitudo -4,8. Matahari, objek paling terang di langit, memiliki magnitudo -26,74. Selengkapnya »

Data Hilal Jelang Syawal 1440 H 2019 M

Tidak terasa Ramadhan 1440 H sudah mendekati akhir bulan. Bagaimana data hilal jelang Syawal mendatang dan Idul Fitri 2019 akan jatuh di tanggal berapa? Berikut ini kami sampaikan beberapa informasi terkait hal tersebut.

Selengkapnya »

Foto Pertama Lubang Hitam

Hari ini, 10 April 2019, adalah hari bersejarah nan menghebohkan dunia astronomi. Lubang hitam, sebuah objek teoritis yang sudah diusulkan sejak tahun 1784 ketika John Michell menyebutkan ide tentang adanya objek yang demikian masif/padatnya sehingga cahaya tidak dapat lolos, berhasil difoto untuk pertama kalinya menggunakan Event Horizon Telescope (EHT). Pukul 20.00 WIB, foto sebuah lubang hitam di galaksi M87 yang berjarak 54 juta tahun cahaya dipublikasikan oleh tim yang terlibat dalam EHT. Selengkapnya »

Menyambut Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Bersiaplah, sobat astro. Pada tanggal 26 Desember 2019 yang akan datang, tepat setahun lagi, akan terjadi Gerhana Matahari Cincin yang bisa disaksikan di Indonesia. Jalur pusat gerhananya akan melewati beberapa kota/daerah seperti Padang Sidempuan, Duri, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, dll. Sementara daerah lainnya bisa mengamati Gerhana Matahari Sebagian.

Peta lintasan Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019.

Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 akan tampak sebagai gerhana sebagian di banyak wilayah Indonesia. Di Pulau Jawa, Bali, NTT dan NTB, Matahari akan tertutupi 40%-70%. Semakin ke selatan dan timur, tingkat gerhananya semakin kecil, hingga 30% saja. Nah, mumpung masih lama, ayo persiapkan segalanya dari sekarang untuk ikut dadc mengamati GMC 2019 ke daerah yang dilintasi jalur pusat gerhananya!

Gerhana Bulan Total 27-28 Juli 2018

Tahukah Anda pada tanggal 28 Juli 2018 akan ada Gerhana Bulan Total di Indonesia. Gerhana Bulan Total di Indonesia untuk kedua kalinya pada tahun 2018 setelah yang pertama terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 lalu. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 2018[1]:

Tabel 1. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

NO FASE GERHANA WAKTU
UT (27/7) WIB (28/7) WITA (28/7) WIT (28/7)
1 Gerhana mulai (P1) 17:13,00 00:13,00 01:13,00 02:13,00
2 Gerhana Sebagian mulai (U1) 18:24,10 01:24,10 02:24,10 03:24,10
3 Gerhana Total mulai (U2) 19:29,90 02:29,90 03:29,90 04:29,90
4 Puncak Gerhana (Puncak) 20:21,70 03:21,70 04:21,70 05:21,70
5 Gerhana Total berakhir (U3) 21:13,50 04:13,50 05:13,50 06:13,50
6 Gerhana Sebagian berakhir (U4) 22:19,30 05:19,30 06:19,30 07:19,30
7 Gerhana berakhir (P4) 23:30,30 06:30,30 07:30,30 08:30,30

Lalu, bagaimana orang terdahulu mengetahui kapan terjadi fenomena gerhana Bulan? Ini yang akan dibahas pada tulisan ini. Astronom India mengatakan ‘Bulan menutupi Matahari di gerhana matahari dan bayangan besar (di bumi) gerhana bulan’ (Aryabhatiya 4.37)[2]. Ini menunjukkan bahwa orang terdahulu memberikan perhatian lebih kepada langit dengan membaca fenomena langit dan mencoba menganalisis kejadian yang mereka lihat.

Grahalaghava (1520-an) mencoba membuat perhitungan sederhana mengenai waktu kejadian gerhana Bulan dengan rasio trigonometri. Hasil perhitungan yang dibuat ternyata ada perbedaan waktu 9-10 menit dengan data dari Indian Astronomical Ephemeris (IAE)[3]. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Karanakutuhala dari Bhaskara II yang mecoba membuat perhitungan waktu kejadian gerhana.

Selain itu pencatatan adanya gerhana Bulan pun telah dilakukan oleh orang terdahulu. Seperti gerhana pada 25 September 972 di India, telah dicatat sebagai bertepatan dengan Tula Sankramana, Matahari berada di rasi Tula (Libra). Hal ini menunjukkan itu terjadi pada 17 Oktober (±1 hari) pada Indian Astronomical Ephemeris (IAE). Meskipun presesi ekuinoks dan koreksi terkait diketahui, informasi akan menyelesaikan kebingungan mengenai adanya perbedaan tersebut[4].

Sumber:
[1] BMKG. (2018, 6 Juli). Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018. Diperoleh 16 Juli 208 pukul 10:42 WIB dari http://www.bmkg.go.id/tanda-waktu/
[2] Aryabhatiyam of Aryabhata I (i) Cr. ed. & tr. K. S. Shukla & K. V. Sarma (1976). New Delhi: INSA. (ii) Nilakanta Somayaji ed. Suranad Kunjan pillai, Trivendrum Sanskrit Series 185 (1957). Trivandrum.
[3] Venugopal, P., dkk. Lunar and Solar eclipse procedures in Indian astronomy. Ramasubramanian, K., dkk, editor. History of Indian Astronomy-A Handbook. 2016. Mumbai (IN): Science and Heritage Initiative (SandHI) dan Tata Institute of Fundamental Research.
[4] Shylaja, B. S. dan Ganesha, G. K. 2016. History of the Sky-on Stones. Bangalore: Infosys Foundation.

Ditulis oleh Al Khansa, diedit oleh dadc

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Tak lama lagi, kita akan kembali mendapat kesempatan untuk menyaksikan sebuah fenomena spektakuler, yaitu Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018. Selengkapnya »

Ayo Mengamati Bulan Saat INOMN

Tanggal 28 Oktober 2017 terpilih menjadi hari pengamatan Bulan internasional atau InOMN (International Observation Moon Night). Untuk itu, ayo kita mengamati Bulan di lokasi-lokasi terdekat di kota Anda.

Selengkapnya »

Selamat Ulang Tahun, Sputnik

Hari ini 60 tahun yang lalu, di tahun 1957, sebuah sejarah ditorehkan umat manusia di Bumi dengan mengorbitnya satelit pertama di dunia bernama Sputnik 1 oleh Uni Sovyet. Satelit berbentuk bola berdiameter 58 cm dengan 4 antena radio ini memancarkan sinyal diluncurkan ke orbit rendah. Dengan mempelajari Sputnik 1, para peneliti bisa mengetahui banyak hal, misalnya kerapatan atmosfer bagian atas yang mempengaruhi perubahan orbitnya dan informasi mengenai lapisan ionosfer.

Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus 2017

Bersiaplah para pecinta langit, karena pada tanggal 7-8 Agustus 2017 mendatang kita akan dapat menyaksikan salah satu fenomena astronomis yang cukup menarik, yaitu Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Selengkapnya »

Cara Koreksi Kiblat Dengan Mudah

Setiap tahun Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (tanggal 27 Mei dan 15 Juli pada tahun kabisat). Peristiwa ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan koreksi arah kiblat dengan cara yang cukup mudah. Arah kiblat yang diperoleh pun tidak hanya dipakai di satu tempat saja, tapi juga bisa dipakai di tempat-tempat lain di sekitar kita. Begini caranya. Selengkapnya »