Kategori

Kalender Peristiwa Astronomi 2015

Selamat Tahun Baru 2015! Di tahun 2014 lalu fenomena astronomi apa yang paling berkesan bagi para pembaca? Gerhana, komet, atau hujan meteor? Apapun itu, fenomena astronomi memang selalu menarik untuk ditunggu. Lalu bagaimana dengan fenomena astronomi tahun 2015 ini? Berikut ini adalah kalender peristiwa astronomi tahun 2015 yang akan terjadi: Selengkapnya »

Komet Lovejoy Menyambut Tahun Baru 2015

Sebuah komet yang ditemukan 17 Agustus 2014 lalu oleh astronom amatir Australia bernama Terry Lovejoy akan menyambut tahun baru 2015 dengan menampakkan diri cukup terang di rasi Lepus, dekat Sirius si bintang paling terang di langit malam. Komet ini bernama C/2014 Q2 (Lovejoy), dahulu ditemukan di rasi Puppis dengan magnitudo 15. Namun kini diperkirakan dapat mencapai magnitudo 5 sehingga bisa kita amati dengan mata telanjang di malam yang cerah dan bebas dari polusi udaha & cahaya, atau dengan binokuler di tempat dengan polusi sedang. Selengkapnya »

Gerhana Bulan Total 8 Oktober 2014

Gerhana Bulan adalah peristiwa unik yang terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan terletak segaris dan sebidang dalam orbit masing-masing. Akibatnya cahaya Matahari yang normalnya dapat mencapai Bulan menjadi terhalang oleh Bumi. Gerhana Bulan dapat terjadi dalam rentang waktu 6 bulan sekali, yaitu ketika Bulan berada di posisi yang berlawanan dengan Matahari di langit. Selengkapnya »

Duet Komet Jelang Akhir Tahun

Di akhir tahun 2013 ini, banyak media ramai memberitakan tentang fenomena komet ISON. Komet tersebut akan dapat diamati dengan mudah (tanpa alat bantu optik) di akhir bulan November nanti. Namun sebenarnya tidak hanya komet ISON saja yang membuat berita. Ada 1 komet lain yang juga patut dijadikan target pengamatan, yaitu komet Lovejoy.

Teleskop Hubble Menemukan Asteroid Berekor

Sebuah tim astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble baru saja mengamati sebuah asteroid di sabuk asteroid yang memiliki ekor layaknya komet. Dan uniknya, jumlah ekornya tidak hanya 1 atau 2, namun 6 buah sekaligus! Selengkapnya »

Gerhana Matahari Cincin 10 Mei 2013

Indonesia, bersiaplah menyambut Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada tanggal 10 Mei 2013 pagi. Gerhana ini akan tampak dari Indonesia sebagai gerhana sebagian, karena bayangan atumbra Bulan tidak melintasi Indonesia. Daerah yang dapat mengamati gerhana ini adalah semua daerah yang ada di sebelah timur Pekanbaru dan Padang (lihat peta di bawah).
Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 26 April 2013

Tidak lama lagi sebuah peristiwa gerhana akan terjadi. Pada tanggal 26 April 2013 pukul 01.03 dinihari WIB Bulan akan mengalami Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati GBS ini. Hanya kawasan timur Indonesia saja yang akan sedikit kesulitan untuk mengamatinya karena Bulan sudah rendah di langit sebelah barat (hampir terbenam).

Selengkapnya »

Selamat Hari Astronomi!

Masih ingat dengan Tahun Astronomi Internasional 2009 (International Year of Astronomy)? Selain perayaan setahun penuh tersebut, setiap tahunnya para penikmat astronomi di seluruh dunia juga merayakan Hari Astronomi. Untuk tahun 2013 ini, Hari Astronomi tersebut jatuh pada hari Sabtu tanggal 20 April. Di hari itu para astronom akan mengajak semua orang untuk merayakan dan menikmati astronomi dengan cara yang mudah, misalnya dengan melakukan pengamatan langit malam di observatorium dan planetarium terdekat, di taman-taman kota, atau bahkan di trotoar! Selengkapnya »

Saatnya Mengamati Komet PANSTARRS

Komet C/2011 L4 (PANSTARRS) (selanjutnya disebut komet Panstarrs) diamati pertama kali pada tanggal 6 Juni 2011 dari Observatorium Pan-STARRS di Hawaii. Komet ini diketahui akan mencapai perihelion (titik terdekatnya dengan Matahari) sejauh 0,3 SA pada tanggal 10 Maret 2013. Selengkapnya »

Benda Angkasa Yang Jatuh Di Rusia Itu Adalah Asteroid

Berikut ini adalah kutipan analisis dari Ma’rufin Sudibyo, seorang pemerhati astronomi dan geologi dari akunnya di facebook.
—————
Beberapa tambahan terkait peristiwa hujan batu Chelyabinsk, Rusia 15 Februari 2013, diolah berdasarkan rilis NASA Meteoroid Environment Office, plotting
citra satelit Meteosat-9 pada peta Google Map, simulasi Calculation of a Meteor orbit dari Marco Langbroek (Duth Meteor Society), software
Planetary Ephemerides dan simulasi pribadi (menggunakan spreadsheet dinamika meteor hasil oprekan sendiri): Selengkapnya »

Kontak DADC

Telp/SMS/WA 0857 0237 1094
BBM DADC

BBM DADC

LINE DADC

LINE DADC

Etalase DADC

Buku Menjelajahi Tata Surya Soal & Jawaban 2 OSN Astronomi Buku Bahan Ajar Olimpiade Astronomi Buku Pengantar Astrofisika Bintang2 Alam Semesta Buku Teori Relavitas Einstein, Sebuah Pengantar Buku Menjelajahi Bintang, Galaksi, dan Alam Semesta Filter Matahari ND5 BAADER Green Laser Pointer 1 Mata kaos-peta-bintang-desain kaos-peta-langit-abu-01 kaos-peta-langit-merah-03 Kaos Saturnus DADC Kaos Teleskop DADC Peta Bintang DADC Buku Rancang Agung