Kontak DADC

Call | SMS | Whatsapp 0817 226 986
BBMD0B69E7B
Twitter: duniaastronomi
Facebook: Etalase DADC
Plurk: dadc
Instagram: dunia.astronomi
Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan dadc. Kami selalu menghubungi melalui nomor di atas.

dadc di Twitter

Gerhana Bulan Total 27-28 Juli 2018

Tahukah Anda pada tanggal 28 Juli 2018 akan ada Gerhana Bulan Total di Indonesia. Gerhana Bulan Total di Indonesia untuk kedua kalinya pada tahun 2018 setelah yang pertama terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 lalu. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 2018[1]:

Tabel 1. Waktu kejadian Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018

NO FASE GERHANA WAKTU
UT (27/7) WIB (28/7) WITA (28/7) WIT (28/7)
1 Gerhana mulai (P1) 17:13,00 00:13,00 01:13,00 02:13,00
2 Gerhana Sebagian mulai (U1) 18:24,10 01:24,10 02:24,10 03:24,10
3 Gerhana Total mulai (U2) 19:29,90 02:29,90 03:29,90 04:29,90
4 Puncak Gerhana (Puncak) 20:21,70 03:21,70 04:21,70 05:21,70
5 Gerhana Total berakhir (U3) 21:13,50 04:13,50 05:13,50 06:13,50
6 Gerhana Sebagian berakhir (U4) 22:19,30 05:19,30 06:19,30 07:19,30
7 Gerhana berakhir (P4) 23:30,30 06:30,30 07:30,30 08:30,30

Lalu, bagaimana orang terdahulu mengetahui kapan terjadi fenomena gerhana Bulan? Ini yang akan dibahas pada tulisan ini. Astronom India mengatakan ‘Bulan menutupi Matahari di gerhana matahari dan bayangan besar (di bumi) gerhana bulan’ (Aryabhatiya 4.37)[2]. Ini menunjukkan bahwa orang terdahulu memberikan perhatian lebih kepada langit dengan membaca fenomena langit dan mencoba menganalisis kejadian yang mereka lihat.

Grahalaghava (1520-an) mencoba membuat perhitungan sederhana mengenai waktu kejadian gerhana Bulan dengan rasio trigonometri. Hasil perhitungan yang dibuat ternyata ada perbedaan waktu 9-10 menit dengan data dari Indian Astronomical Ephemeris (IAE)[3]. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh Karanakutuhala dari Bhaskara II yang mecoba membuat perhitungan waktu kejadian gerhana.

Selain itu pencatatan adanya gerhana Bulan pun telah dilakukan oleh orang terdahulu. Seperti gerhana pada 25 September 972 di India, telah dicatat sebagai bertepatan dengan Tula Sankramana, Matahari berada di rasi Tula (Libra). Hal ini menunjukkan itu terjadi pada 17 Oktober (±1 hari) pada Indian Astronomical Ephemeris (IAE). Meskipun presesi ekuinoks dan koreksi terkait diketahui, informasi akan menyelesaikan kebingungan mengenai adanya perbedaan tersebut[4].

Sumber:
[1] BMKG. (2018, 6 Juli). Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018. Diperoleh 16 Juli 208 pukul 10:42 WIB dari http://www.bmkg.go.id/tanda-waktu/
[2] Aryabhatiyam of Aryabhata I (i) Cr. ed. & tr. K. S. Shukla & K. V. Sarma (1976). New Delhi: INSA. (ii) Nilakanta Somayaji ed. Suranad Kunjan pillai, Trivendrum Sanskrit Series 185 (1957). Trivandrum.
[3] Venugopal, P., dkk. Lunar and Solar eclipse procedures in Indian astronomy. Ramasubramanian, K., dkk, editor. History of Indian Astronomy-A Handbook. 2016. Mumbai (IN): Science and Heritage Initiative (SandHI) dan Tata Institute of Fundamental Research.
[4] Shylaja, B. S. dan Ganesha, G. K. 2016. History of the Sky-on Stones. Bangalore: Infosys Foundation.

Ditulis oleh Al Khansa, diedit oleh dadc

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018

Tak lama lagi, kita akan kembali mendapat kesempatan untuk menyaksikan sebuah fenomena spektakuler, yaitu Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018. Selengkapnya »

Menghitung Jarak Matahari

Bagi Anda yang sudah pernah membaca/melihat video tentang FE, kemungkinan besar Anda tahu bahwa menurut FE jarak Matahari dari Bumi adalah sekitar 5.000 – 6.000 km saja. Mereka mendapat perhitungan tersebut dengan menggunakan metode bayangan dan trigonometri, sama seperti yang dilakukan oleh Eratosthenes. Sayangnya mereka menggunakan asumsi yang keliru di situ, yaitu datangnya sinar Matahari tidak sejajar sehingga membentuk sudut terhadap tongkat yang ditancapkan di tanah. Padahal sinar Matahari datangnya sejajar karena letaknya sangat jauh, dan akibatnya sudut yang terbentuk tersebut sebenarnya berasal dari kemiringan/kelengkungan permukaan Bumi. Jarak Matahari sebenarnya adalah sekitar 150 juta km. Lalu bagaimana sih cara menghitung jarak Matahari sehingga diperoleh nilai tersebut?

Selengkapnya »

Ayo Mengamati Bulan Saat INOMN

Tanggal 28 Oktober 2017 terpilih menjadi hari pengamatan Bulan internasional atau InOMN (International Observation Moon Night). Untuk itu, ayo kita mengamati Bulan di lokasi-lokasi terdekat di kota Anda.

Selengkapnya »

Selamat Ulang Tahun, Sputnik

Hari ini 60 tahun yang lalu, di tahun 1957, sebuah sejarah ditorehkan umat manusia di Bumi dengan mengorbitnya satelit pertama di dunia bernama Sputnik 1 oleh Uni Sovyet. Satelit berbentuk bola berdiameter 58 cm dengan 4 antena radio ini memancarkan sinyal diluncurkan ke orbit rendah. Dengan mempelajari Sputnik 1, para peneliti bisa mengetahui banyak hal, misalnya kerapatan atmosfer bagian atas yang mempengaruhi perubahan orbitnya dan informasi mengenai lapisan ionosfer.

Selengkapnya »

Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus 2017

Bersiaplah para pecinta langit, karena pada tanggal 7-8 Agustus 2017 mendatang kita akan dapat menyaksikan salah satu fenomena astronomis yang cukup menarik, yaitu Gerhana Bulan Sebagian (GBS). Selengkapnya »

dadc Mendukung Bumi Datar, Asalkan

Barangkali sudah banyak pembaca yang tahu bahwa belakangan ini muncul keramaian di dunia maya seputar Flat Earth Conspiracy atau Konspirasi Bumi Datar (dadc singkat FE). Menurut pengamatan dadc (dunia astronomi dot com), awal keramaian FE ini adalah dari serial video propaganda di Youtube. Di situ disebutkan bahwa sebenarnya Bumi kita datar dan foto Bumi bulat serta segala bukti yang ada merupakan hasil konspirasi kebohongan global. Padahal di video tersebut tidak ada satupun bukti sahih menurut sains yang menunjukkan bahwa Bumi datar. Namun tetap saja video itu mengakibatkan banyak orang mulai meragukan fakta Bumi bulat dan menganggap Bumi datar, diam, dan dikelilingi oleh benda-benda langit. Melalui tulisan ini, dadc bisa saja menyatakan mendukung fakta bahwa Bumi datar dan diam, asalkan beberapa syarat terpenuhi. Apa saja syaratnya? Sebagai permulaan, di sini dadc akan sampaikan 2 syarat terlebih dahulu. Selengkapnya »

Cara Koreksi Kiblat Dengan Mudah

Setiap tahun Matahari akan berada tepat di atas Ka’bah sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Arab Saudi atau 16.18 WIB dan 16 Juli pada pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB (tanggal 27 Mei dan 15 Juli pada tahun kabisat). Peristiwa ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan koreksi arah kiblat dengan cara yang cukup mudah. Arah kiblat yang diperoleh pun tidak hanya dipakai di satu tempat saja, tapi juga bisa dipakai di tempat-tempat lain di sekitar kita. Begini caranya. Selengkapnya »

Penemuan Terbaru NASA: 7 Planet Seukuran Bumi di Sebuah Bintang

Sebuah kabar gembira hadir dari teleskop luar angkasa Spitzer milik NASA. Teleskop ini memastikan penemuan sebuah bintang yang memiliki 7 planet seukuran Bumi sekaligus, yang mencatatkan sebuah rekor tersendiri. Selain itu, 3 dari 7 planet tersebut berada di zona habitasi yang memungkinkan mereka memiliki air dalam wujud cairan. Ini juga merupakan rekor jumlah planet zona habitasi terbanyak dari sebuah bintang. Penemuan ini menjadi penting karena pertanyaan yang belum terjawab hingga kini, yaitu “apakah kita sendirian di alam semesta ini”, terbantu dengan semakin banyaknya eksoplanet (planet yang mengorbit bintang lain) di zona habitasi yang telah ditemukan.

Selengkapnya »

Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016

Pada hari Kamis, 1 September 2016 mendatang akan ada Gerhana Matahari Cincin yang akan berpuncak di kawasan Afrika bagian selatan. Sebagian kecil wilayah Indonesia sendiri juga akan dapat melihat gerhana ini dalam bentuk Gerhana Matahari Sebagian, yaitu bagian selatan Sumatra dan sebagian wilayah di Jawa (dari Pacitan sampai ke barat). Selengkapnya »

Etalase DADC

Buku Menjelajahi Tata Surya Soal & Jawaban 1 OSN Astronomi Soal & Jawaban 2 OSN Astronomi Buku Teori Relavitas Einstein, Sebuah Pengantar Filter Matahari ND5 BAADER Green Laser Pointer 1 Mata kaos-peta-bintang-desain kaos-peta-langit-abu-01 Kaos Saturnus DADC Kaos Teleskop DADC Buku Sakti Olimpiade Astronomi Paket Hemat Kalender dan Kacamata Gerhana Matahari Kalender Meja Astronomi 2016